Rapat kerja Komisi V DPR RI kemarin (10/2/2026) cukup menarik. Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, memberikan penjelasan panjang lebar soal proyek rumah susun subsidi di kawasan Meikarta. Intinya, dia memastikan pembangunan akan tuntas pada Agustus 2028.
Namun begitu, sebelum masuk ke detail teknis, Ara terlebih dahulu menyinggung soal izin. Dia ingin semua transparan. "Saya langsung datangi KPK untuk silaturahmi, sekitar 10 hari lalu," ujarnya di ruang rapat.
"Saya tanya langsung ke pimpinannya, Pak Johanis Tanak, 'Apakah boleh kita bangun rumah subsidi disusun di sini?'. Jawabannya di gedung KPK, jubirnya Pak Budi bilang 'clean and clear' untuk kita mulai."
Poin krusial lain yang dia tekankan adalah soal pembiayaan tanah. Menurut Ara, pemerintah tak perlu keluar kocek sama sekali. Tanah seluas 30 hektare itu statusnya hibah dari pengembang, Lazarus.
"Jadi negara dapat hibah, Pak. Negara tak keluarkan uang untuk tanahnya," jelasnya dengan nada meyakinkan. Untuk urusan pembangunan, dia mengaku sudah dapat arahan untuk berkoordinasi dengan Rosan Danantara. "Nanti kita atur pembiayaannya. Tapi yang jelas, tanahnya hibah."
Soal progres, Menteri Ara menyebut land clearing sudah dilakukan minggu lalu. Rencananya, pemasangan panel fondasi akan dimulai 8 Maret mendatang. Lalu, pembangunan fisik naik ke atas ditargetkan mulai Agustus 2026.
Artikel Terkait
Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi
Teras Balongan Jadi Pusat Oleh-Oleh Khas Pesisir untuk Pemudik Indramayu
Mulai Berlaku, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Buka Media Sosial
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS