“Ini akan mendorong pertumbuhan, terutama pada aspek investasi, perdagangan, dan transportasi di Q1 2026,” tutur Iwan lebih lanjut.
Dengan demikian, momentum keagamaan ini dipandang bukan sekadar sebagai periode libur, melainkan sebagai siklus ekonomi yang signifikan bagi perputaran roda perekonomian Jakarta.
Inflasi Diprediksi Tetap Terjaga
Di tengah optimisme pertumbuhan, Bank Indonesia juga menyoroti pentingnya stabilitas harga. Otoritas moneter menyatakan keyakinannya bahwa laju inflasi di Jakarta sepanjang 2026 dapat dikelola dengan baik, sehingga tidak menggerus daya beli masyarakat.
“Berbicara mengenai outlook inflasi 2026, kami masih meyakini bahwa kita akan bisa menjaga inflasi tahun 2026 berada pada rentang 2,5 persen plus minus 1 persen,” ungkap Iwan.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen untuk menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan dan memastikan stabilitas ekonomi makro, sebuah langkah krusial dalam menjaga daya tahan ekonomi ibu kota di tengah ketidakpastian global.
Artikel Terkait
Prabowo dan Anwar Bahas Stabilitas Global dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta
Menkeu Pindahkan 200-300 Pegawai Anggaran ke DJP untuk Penuhi Kekurangan SDM
Golkar Dukung Kebijakan Relaksasi Terukur Produksi Mineral ESDM
FIFA Perketat Aturan Penguluran Waktu Jelang Piala Dunia 2026