MURIANETWORK.COM - Sebanyak 160 warga di Jawa Barat, terutama dari kalangan lansia, mendapatkan kesempatan untuk menjalani operasi katarak secara gratis. Bakti sosial yang digelar di Kabupaten Majalengka pada Minggu (8/2/2026) ini merupakan hasil kolaborasi strategis Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan sejumlah mitra lainnya, bertujuan memulihkan kualitas hidup masyarakat yang terdampak gangguan penglihatan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pelayanan Optimal
Kegiatan yang berlangsung di RSIA Livasya ini melibatkan sumber daya yang cukup besar. Tidak kurang dari delapan dokter mata dari PERDAMI didukung oleh puluhan tenaga medis dan administrasi dari berbagai institusi bekerja sama untuk memastikan layanan berjalan lancar. Kolaborasi ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Majalengka serta dukungan dari pihak swasta, menunjukkan komitmen bersama dalam menangani isu kesehatan mata, khususnya bagi kelompok rentan.
Sebelum tindakan operasi, seluruh calon peserta harus melalui proses seleksi yang ketat. Dari 237 pendaftar yang antusias, 180 orang dinyatakan memenuhi syarat medis setelah menjalani skrining sesuai standar prosedur. Pada hari pelaksanaan, 160 di antaranya berhasil menjalani operasi, dengan komposisi 105 pasien lansia dan 55 pasien dari kelompok usia lainnya.
Dukungan Pemulihan dan Arahan Strategis
Bantuan tidak berhenti di meja operasi. Untuk mendukung proses penyembuhan, setiap peserta juga menerima paket nutrisi melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Paket yang berisi susu, beras, makanan tambahan, dan vitamin itu diharapkan dapat mempercepat pemulihan fisik pasien pasca tindakan medis.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Menteri Sosial untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi lansia.
"Gangguan penglihatan akibat katarak kerap membatasi aktivitas dan menurunkan kualitas hidup lansia. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami berharap para lansia dapat kembali beraktivitas secara mandiri," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Supomo menambahkan, selain meringankan beban ekonomi keluarga, bakti sosial ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang lebih luas terhadap kesejahteraan para lansia di masyarakat.
Artikel Terkait
Analisis MBTI: Lima Tipe Kepribadian yang Sulit Berhenti Beraktivitas
32 Siswa SMA Negeri 10 Samarinda Raih 88 LoA dari Universitas Top Dunia
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Seri Penutup Juga Bergeser
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara