"Kami punya dua target," tuturnya. "Pertama, agar lapas asal mereka bisa lebih bersih dari narkoba, HP, dan gangguan lain. Kedua, agar di Nusakambangan, dengan pembinaan yang tepat, terjadi perubahan perilaku yang lebih baik."
Proses pembinaan di sana punya mekanisme khusus. Setiap enam bulan, akan ada assessment untuk menilai perkembangan perilaku. Jika menunjukkan perubahan positif, ada peluang untuk dipindahkan ke lapas dengan pengamanan lebih rendah. Sebuah sistem yang memberi harapan, sekaligus menjadi cambuk.
Pemindahan ini sendiri tak dilakukan sembarangan. Pengawalannya ketat, melibatkan banyak pihak: mulai dari Direktorat Pengamanan Intelejen, Kepatuhan Internal, hingga kepolisian. Semua untuk memastikan perpindahan berjalan aman dan terkendali.
Sebelumnya, tepatnya pada Senin (2/2), sudah ada 61 napi high risk dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang lebih dulu menyeberang ke pulau itu. Mereka langsung ditempatkan di Lapas berlevel Super Maximum dan Maximum Security.
"Dalam minggu ini saja sudah dua kali pemindahan untuk 61 warga binaan," jelas Mashudi mengenai operasi sebelumnya.
Mereka yang dikirim berasal dari beberapa lembaga pemasyarakatan. Ada yang sebelumnya menghuni Rutan Surakarta, Lapas Pamekasan, Lapas Surabaya, hingga Lapas Pemuda di Madiun. Sekarang, mereka menghadapi babak baru pembinaan di pulau yang terkenal paling angker itu.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Spesifikasi vivo X300 Ultra Bocor: Snapdragon 8 Elite dan Kamera Ganda 200MP
Kosovo Tumbangkan Slovakia 4-3 dalam Drama Semifinal Kualifikasi Piala Dunia
Kosovo Kalahkan Slovakia 4-3, Siap Hadapi Turki di Final Kualifikasi Piala Dunia