Di sisi lain, pelatih itu tetap optimis. Dia yakin dengan waktu latihan yang lebih banyak, timnya akan makin matang mengendalikan alur pertandingan.
"Nanti akan lebih banyak lagi laga yang menuntut kami mengatur ritme permainan. Kalau sudah bisa, kami akan jadi tim yang sulit dikalahkan," terang Rosenior.
Yang menarik, dia justru melihat sisi positif dari kekecewaan para pemainnya sendiri. Reaksi mereka saat kebobolan menunjukkan semangat dan standar tinggi yang dipegang.
"Saya lihat sendiri frustrasi di wajah mereka. Saya suka itu. Itu artinya mereka punya ambisi. Selain itu, saya juga pengin kami lebih dominan menguasai bola. Kalau bola ada di kaki kita, ya lawan pasti kesulitan mencetak gol," tutupnya.
(ASM)
Artikel Terkait
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham
Sirkulasi Uang Tunai Tembus Rp1.370 Triliun Saat Mudik Lebaran 2026
PBB Usulkan Rencana Rp1,5 Triliun untuk Atasi Krisis Bahan Bakar di Kuba
Korlantas Gelar Rapat Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua