Pengumuman kebijakan ini disampaikan langsung oleh dua menteri kunci: Bezalel Smotrich dari Kementerian Keuangan dan Israel Katz dari Kementerian Pertahanan. Dalam pernyataan gabungan mereka, terlihat jelas tujuan politik di balik langkah ini.
"Kabinet keamanan hari ini menyetujui serangkaian keputusan... yang secara fundamental mengubah realitas hukum dan sipil di Yudea dan Samaria," tegas pernyataan tersebut, menggunakan sebutan alkitabiah untuk Tepi Barat.
Smotrich, yang dikenal dengan pandangan sayap kanannya, secara gamblang menyatakan maksud kebijakan ini. Ia mengungkapkan, langkah tersebut bertujuan untuk "memperdalam akar kita di semua wilayah Tanah Israel dan mengubur gagasan negara Palestina".
Pernyataan serupa disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel Katz. "Yudea dan Samaria adalah jantung negara ini, dan memperkuatnya merupakan kepentingan keamanan, nasional, dan kepentingan Zionis yang sangat penting," lanjutnya.
Komitmen kedua menteri ini mencerminkan arah politik pemerintahan saat ini, yang berpotensi memperlebar jarak dengan solusi dua negara yang selama ini digaungkan oleh komunitas internasional. Kebijakan ini diperkirakan akan memicu reaksi keras, tidak hanya dari pihak Palestina, tetapi juga dari sejumlah negara yang mengawasi dengan cermat dinamika di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Vinícius Júnior: Generasi Baru Brasil Sudah Siap Perjuangkan Piala Dunia 2026
Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Long Weekend dari WFH Hari Jumat
Bea Cukai Malang Dampingi Perusahaan Lokal Percepat Perizinan Cukai