MURIANETWORK.COM - Seorang anggota Polri, Aipda Iwan Haryanto, menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dengan membina puluhan petani dan menciptakan inovasi mesin pertanian. Dedikasinya selama bertahun-tahun tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendongkrak perekonomian desa, sehingga namanya diusulkan untuk penghargaan Hoegeng Awards 2026 oleh para petani yang merasakan langsung manfaat bimbingannya.
Dari Hobi ke Pengabdian untuk Petani
Keterlibatan Aipda Iwan dalam dunia pertanian berawal dari hobi yang digelutinya sejak belasan tahun lalu. Ilmu bertani ia dapatkan secara turun-temurun dari orang tua. Hobi ini kemudian berkembang menjadi bentuk pengabdian nyata ketika ia secara sukarela membagikan pengetahuannya kepada para petani di sekitarnya.
“Setelah saya bertugas, saya memang hobi bertani, (ilmu bertani) dari orang tua,” tutur Aipda Iwan.
Kini, sebagai pembina Kelompok Tani Serai Makmur Sejahtera, ia bersama sekitar 20 anggota menggarap lahan seluas 30 hektare yang ditanami jagung dan melon. Selama lebih dari satu dekade, ia mengaku telah membina lebih dari 100 petani hingga mereka bisa mandiri.
Inovasi Mesin untuk Atasi Kendala Petani
Kepedulian Aipda Iwan tidak berhenti pada transfer ilmu. Ia melihat langsung kendala di lapangan, seperti proses perontokan dan pengeringan jagung yang masih manual serta bergantung cuaca. Hal ini mendorongnya untuk berinovasi menciptakan solusi.
Dengan keterampilan mesin dan pengelasan yang dikuasainya secara otodidak, ditambah belajar dari tutorial daring, ia bersama kelompok tani merakit mesin perontok (pemipil) dan pengering (dryer) jagung. Biaya produksinya jauh lebih terjangkau dibanding mesin pabrikan.
“Di samping dari pertanian saya juga buat mesin dryer jagung buatan sendiri saya dan teman-teman. Jadi budgetnya lebih kecil dibanding kita beli pabrikan,” jelas Iwan.
Untuk mewujudkan pembuatan mesin dryer berkapasitas 10 ton itu, ia bahkan berani mengajukan pinjaman bank. Tekadnya kuat karena melihat urgensi alat tersebut.
“Saya menghadap ke Pak Kapolres Ogan Ilir, saya minjam uang bank Rp 100 jutaan, alhamdulillah Pak Kapolres acc. Saya buatkan oven, ya alhamdulillah bisa bermanfaat untuk kawan-kawan ini,” ungkapnya.
Dampak Nyata: Harga Naik, Ekonomi Desa Tumbuh
Inovasi mesin buatan Aipda Iwan membawa dampak langsung yang signifikan. Mesin dryer memastikan kadar air jagung mencapai 14% sesuai standar Bulog, sehingga harga jualnya bisa lebih tinggi. Petani seperti Wawan, yang telah dibina Iwan selama enam tahun, merasakan manfaatnya.
Artikel Terkait
Swedia Hadapi Ukraina di Play-off Tanpa Striker Andalan Alexander Isak
Fadli Zon: Kolaborasi Lintas Generasi Kunci Pelestarian Budaya Indonesia
KPK Sambut Baik Desakan MAKI agar DPR Bentuk Panja Khusus Usut Penahanan Yaqut
China dan ASEAN Sepakati Dialog untuk Dorong Rekonsiliasi di Myanmar