Pedagang di lapangan sudah bisa membaca pola ini. Mereka memperkirakan kenaikan akan berlanjut seiring mendekatnya Ramadan.
"Biasanya 2 sampai 3 minggu sebelum puasa, ayam dan telur mulai naik pelan-pelan,"
ucap Siti, pedagang ayam potong di pasar yang sama.
Namun begitu, ada juga kabar yang sedikit menenangkan. Harga daging sapi, misalnya, terpantau masih relatif stabil. Daging sapi kualitas I bertahan di Rp145.550 per kilogram, dan kualitas II di Rp136.800 per kilogram. Tampaknya, lonjakan permintaan untuk komoditas yang satu ini belum benar-benar terjadi.
Di sisi lain, beberapa bahan pokok kunci justru menunjukkan ketahanan yang baik. Harga beras di Pasar Sumber, misalnya, masih cenderung stabil. Mulai dari beras kualitas medium hingga super, pergerakan harganya tidak signifikan. Begitu pula dengan gula pasir, yang harganya relatif terkendali. Gula premium di angka Rp18.950 per kilogram, lokal Rp18.000.
Hanya minyak goreng yang mengalami kenaikan ringan. Minyak curah naik sekitar 3,04% ke Rp20.350 per kilogram, sementara kemasan bermerek ada di kisaran Rp21.150 sampai Rp21.800. Secara umum, gambaran di lapangan menunjukkan awal dari tekanan inflasi musiman yang kerap terjadi. Masyarakat pun mulai bersiap.
Artikel Terkait
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto
Sekolah di Sumatra Kembali Normal Pascabanjir Berkat Kolaborasi Pemerintah