Memasuki pekan kedua Februari 2026, suasana di pasar-pasar tradisional Kabupaten Cirebon mulai berubah. Menjelang Ramadan, tekanan pada harga sejumlah bahan pokok mulai terasa. Lonjatan paling mencolok, tak lain, datang dari komoditas cabai dan beberapa sumber protein hewani.
Pantauan di Pasar Sumber pada Senin (9/2) lalu menunjukkan situasi yang cukup panas. Harga cabai rawit merah melesat hingga menembus angka Rp84.150 per kilogram. Bayangkan, kenaikannya mencapai sekitar 30,67% dibanding periode sebelumnya. Cabai rawit hijau pun tak ketinggalan, naik 6,62% ke level Rp57.950 per kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, ada dua faktor utama di balik guncangan harga ini. Pasokan dari sentra produksi belum stabil, ditambah permintaan konsumen yang perlahan menguat jelang bulan puasa.
"Pasokan dari petani masih tersendat, apalagi cuaca sering hujan. Pembeli juga sudah mulai banyak yang nyetok,"
kata Amin, seorang pedagang sayuran di Pasar Sumber, menjelaskan situasi yang dihadapinya.
Kenaikan juga terjadi pada jenis cabai lainnya, meski skalanya lebih kecil. Cabai merah besar dijual Rp39.800 per kilogram (naik 5,29%), sementara cabai merah keriting menyentuh Rp41.400 per kilogram (naik 3,76%). Meski tak sedahsyat rawit, tren ini tetap bikin kantong konsumen meringis.
Lalu bagaimana dengan lauk-pauk? Kelompok protein hewani juga menunjukkan tren naik, meski masih bertahap. Daging ayam ras segar merangkak ke Rp37.950 per kilogram, naik 2,15%. Telur ayam ras segar mengikuti, naik 3,89% menjadi Rp29.350 per kilogram.
Pedagang di lapangan sudah bisa membaca pola ini. Mereka memperkirakan kenaikan akan berlanjut seiring mendekatnya Ramadan.
"Biasanya 2 sampai 3 minggu sebelum puasa, ayam dan telur mulai naik pelan-pelan,"
ucap Siti, pedagang ayam potong di pasar yang sama.
Namun begitu, ada juga kabar yang sedikit menenangkan. Harga daging sapi, misalnya, terpantau masih relatif stabil. Daging sapi kualitas I bertahan di Rp145.550 per kilogram, dan kualitas II di Rp136.800 per kilogram. Tampaknya, lonjakan permintaan untuk komoditas yang satu ini belum benar-benar terjadi.
Di sisi lain, beberapa bahan pokok kunci justru menunjukkan ketahanan yang baik. Harga beras di Pasar Sumber, misalnya, masih cenderung stabil. Mulai dari beras kualitas medium hingga super, pergerakan harganya tidak signifikan. Begitu pula dengan gula pasir, yang harganya relatif terkendali. Gula premium di angka Rp18.950 per kilogram, lokal Rp18.000.
Hanya minyak goreng yang mengalami kenaikan ringan. Minyak curah naik sekitar 3,04% ke Rp20.350 per kilogram, sementara kemasan bermerek ada di kisaran Rp21.150 sampai Rp21.800. Secara umum, gambaran di lapangan menunjukkan awal dari tekanan inflasi musiman yang kerap terjadi. Masyarakat pun mulai bersiap.
Artikel Terkait
Gudang Pestisida di Tangsel Ludes Terbakar, 15-20 Ton Material Berbahaya Hangus
Wanita yang Hilang di Kalideres Ditemukan Selamat, Pria Berinisial RAM Ditahan
Harley-Davidson Pamerkan CVO Street Glide Blue Streak di IIMS 2026, Siap Sambut Model Terbaru
MA Kecewa, Dua Pimpinan PN Depok Ditangkap KPK Terkait Suap Sengketa Lahan