Konferensi pers yang digelar Jaksa Lyon, Thierry Dran, mengungkap motif di balik aksi kriminal ini. Dari penyelidikan sementara, terungkap bahwa pasangan dari hakim korban menduduki posisi penting di sebuah perusahaan rintisan bidang kripto. Inilah yang diduga menjadi alasan para penculik menargetkan keluarga hakim tersebut.
Polisi mulai memburu para pelaku setelah menerima pesan dan foto korban dari para penculik. Mereka menuntut pembayaran tebusan dalam bentuk mata uang kripto.
“Para penculik bahkan mengancam akan memutilasi para korban jika uang tebusan tidak segera ditransfer,” ungkap Dran kepada awak media. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak dapat mengungkap nominal tebusan yang diminta.
Penyelidikan Berlanjut
Meski kelima pelaku telah diamankan, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan. Otoritas Prancis tampaknya masih mendalami jaringan dan modus operandi kelompok tersebut, termasuk bagaimana mereka merencanakan dan melaksanakan penculikan yang melibatkan ancaman sangat serius ini. Kasus ini menyoroti tantangan baru dalam kejahatan terorganisir yang memanfaatkan teknologi finansial untuk tujuan kriminal.
Artikel Terkait
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar
Arus Balik H+5 Masih Padat, Pemudik di Km 18 Japek Selatan Beristirahat di Tengah Lelah Perjalanan
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Posisi Kabais di Tengah Kasus Penyegelan Aktivis
IDAI Dukung PP Tunas, Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun