Di sisi lain, Andre menekankan satu hal. Pembangunan fase pasar itu adalah hasil perjuangannya di pusat, lewat alokasi dana APBN. "Pasar ini dibangun untuk rakyat, bukan untuk preman atau tuan takur," tegasnya. Ia ingin pasar itu jadi tempat berniaga yang nyaman bagi pedagang kecil, bukan ladang pungutan liar.
Selain soal pasar, Andre juga menyinggung agenda lain. Salah satunya adalah upaya legalisasi tambang rakyat di Pasaman, Sijunjung, dan Solok Selatan. Ia ingin aktivitas warga itu punya kepastian hukum, agar tak lagi dibayangi rasa takut.
Tak lupa, ia mengingatkan rencana pengecekan lapangan untuk pengembangan commuter line di Padang. Jadwalnya 18 Februari 2026 nanti. Rencananya, jalur akan menghubungkan Indarung, Teluk Bayur, Tabing, sampai Lubuk Buaya. Program ini diharap bisa tingkatkan konektivitas dan dorong ekonomi.
Di akhir pernyataannya, Andre kembali menegaskan komitmennya. Ia akan terus perjuangkan kepentingan rakyat kecil, lewat infrastruktur, perlindungan pedagang, dan upaya menciptakan rasa aman di Sumbar. Semua itu, katanya, adalah tugas yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw