Di hadapan kader dan warga yang hadir, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melontarkan peringatan keras. Ia menyasar pihak-pihak yang diduga jadi 'tuan takur' atau preman yang memalak pedagang di Fase VII Pasar Raya Padang. Ancaman pun dilayangkan: berhenti, atau dilaporkan ke polisi.
Ultimatum itu disampaikan Andre saat penyerahan sembako dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra, Minggu (8/2). Lokasinya di halaman Kantor DPD Gerindra Sumbar. Dengan tegas ia menyatakan, tak ada toleransi untuk pungli dan tindakan sewenang-wenang di fasilitas publik.
"Kami mendengar dan menerima laporan bahwa di Pasar Fase VII ada pihak-pihak yang merasa berkuasa, bahkan menentukan siapa yang boleh menempati kedai atau kios," ujar Andre.
Suasana saat itu cukup tegang. "Padahal pasar ini diperuntukkan bagi pedagang yang benar-benar berhak. Praktik seperti ini harus segera dihentikan. Tidak boleh ada pekerjaan kotor yang merugikan rakyat," tambahnya.
Andre memberi tenggat waktu tiga kali 24 jam. Kalau setelah itu praktik premanisme masih berlangsung, ia akan berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta. Tujuannya satu: penindakan tegas sesuai hukum.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw