Operasi Pencarian Intensif Selama Enam Hari
Pencarian terhadap Oding telah dimulai sejak Selasa (3/2/2026) malam, tak lama setelah ia dilaporkan hilang. Tim SAR mengerahkan berbagai metode dan peralatan untuk menjangkau area yang sulit. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet di permukaan, sementara penyelam menyusuri dasar sungai. Dari udara, drone digunakan untuk memantau visual aliran sungai yang berkelok.
Pantauan udara itu memberikan gambaran luasnya area pencarian. "Pantauan visual melalui drone dari hari pertama sampai hari kelima, sejauh kurang lebih 14 KM jalur sungai ke arah hilir," ungkap Adam.
Diduga Hanyut Saat Cari Besi
Berdasarkan informasi awal, Oding diduga hilang saat sedang beraktivitas mencari besi di sekitar bantaran Sungai Cipamingkis. Lokasi dengan topografi berbukit dan aliran yang bisa berubah cepat ini menyimpan risiko, terutama bagi warga yang beraktivitas sendirian.
Adam Hamdani sebelumnya telah mengonfirmasi laporan kejadian tersebut. "Kejadian warga diperkirakan hanyut di Kali Cipamingkis, lokasi kejadian di Jonggol, Kabupaten Bogor," katanya pada Selasa malam lalu, menandai dimulainya operasi pencarian yang berlangsung hampir seminggu.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha