Di sisi lain, Agustina juga mengingatkan satu hal penting yang kerap terlupa: kebersihan. Ia meminta semua pihak bertanggung jawab atas sampahnya usai acara berakhir.
Antusiasme warga, baik pelaku UMKM maupun pembeli, terlihat nyata. Mereka merasa diberi perhatian dan kesempatan. Walid, Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, mengakui perkembangan pesat ini. Dari yang awalnya cuma 20 lapak, kini membengkak jadi 250. Masih ada puluhan lagi yang mengantre karena tempat tak mencukupi.
Harapannya sederhana: dukungan pemkot untuk perbaikan dan perluasan infrastruktur, seperti pengerasan jalan, agar pasar bisa berkembang lebih besar lagi.
Di bazar gabungan ini, warga bisa mendapatkan paket sembako dengan harga spesial, ada yang serba Rp 30.000 dan Rp 75.000. Minyak Kita juga dijual sekitar Rp 15.000-an. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban warga menghadapi fluktuasi harga yang kerap terjadi jelang Ramadan.
Artikel Terkait
Percobaan Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Berhasil Digagalkan Polisi
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis
Suami di Makassar Laporkan Istri Diduga Jual Tiga Anak dan Keponakan
Gubernur DKI Ingatkan Perantau: Bekali Kemampuan Kerja, Jangan Jadi Beban Sosial