Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, punya pesan khusus buat para perantau yang ingin mengadu nasib di ibu kota. Intinya sederhana: datanglah dengan bekal kemampuan untuk bekerja. Jangan sampai justru menjadi beban sosial di kota ini.
Pernyataan itu dia sampaikan di Balai Kota Jakarta, Selasa kemarin.
"Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja," tegas Pramono.
Dia melanjutkan, "Dan kapabilitasnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan."
Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI sama sekali tidak berencana menggelar operasi yustisi untuk menangkapi pendatang. Prinsipnya, Jakarta tetap kota yang terbuka bagi siapa pun yang punya semangat mencari rezeki. Pintu tak akan ditutup.
Namun begitu, ada catatan penting. Pemerintah bakal mengambil langkah tegas terhadap pendatang yang ternyata tak punya kemampuan kerja sama sekali. Ini yang jadi persoalan.
"Dalam hal yang seperti itu, pasti akan kami berikan ruang untuk ditertibkan," ujar Pramono dengan nada serius.
Menurutnya, tidak bisa orang datang begitu saja tanpa membawa bekal apa-apa, lalu malah menambah beban kota. Ibaratnya, jangan cuma jadi penonton di tengah geliat ibu kota.
"Jadi, Jakarta terbuka bagi siapa saja. Tetapi kami meminta bagi siapa pun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta," pungkas Pramono, seperti dilaporkan Antara.
Pesan itu terdengar jelas. Ibu kota memang menjanjikan banyak hal, tapi dia juga butuh tenaga dan kontribusi, bukan sekadar tambahan penduduk.
Artikel Terkait
Enam Jemaah Haji Asal DIY dan Jateng Meninggal di Arab Saudi, Dimakamkan di Tanah Suci
Sekretaris Kabinet Ungkap Mekanisme Pertemuan Langsung Prabowo dengan Pemimpin Dunia
Biaya Balik Nama Kendaraan Bekas: Ini Rincian Lengkap dan Syarat Terbaru 2025
Sekretaris Kabinet Beberkan Capaian Diplomasi Era Prabowo: BRICS hingga Tarif Nol Persen ke Uni Eropa