Minggu pagi di Bangetayu Kulon, Semarang, terasa berbeda. Keriuhan pasar memadati area, tapi ini bukan pasar biasa. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, hadir untuk meresmikan sebuah uji coba yang disebutnya sebagai 'perkawinan' dua program: Koperasi Desa Merah Putih dan Pasar Rakyat sembako murah. Hasilnya? Warga berjubel antusias menyambutnya.
Ratusan pelaku UMKM dari Genuk dan sekitarnya memenuhi lokasi. Lapak-lapak mereka menjajakan beragam produk, mulai dari kuliner khas hingga barang kebutuhan sehari-hari. Namun begitu, daya tarik utama justru ada di dalamnya: Pasar Rakyat yang menjual bahan pokok dengan harga sangat terjangkau. Kombinasi ini sukses menarik perhatian massa.
Dalam keterangan tertulisnya, Agustina tak henti memberikan apresiasi.
Ia melihat sinergi antara program pusat yang masih baru ini dengan program Pasar Murah Pemkot yang sudah berjalan empat tahun sebagai langkah tepat. Tujuannya jelas: memudahkan masyarakat mengakses sembako murah sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Menurutnya, pasar yang rutin digelar setiap pekan ini menciptakan ekonomi sirkular yang sehat.
Artikel Terkait
Percobaan Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Berhasil Digagalkan Polisi
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis
Suami di Makassar Laporkan Istri Diduga Jual Tiga Anak dan Keponakan
Gubernur DKI Ingatkan Perantau: Bekali Kemampuan Kerja, Jangan Jadi Beban Sosial