Di tepian Danau Toba yang legendaris, tepatnya di Huta Sinapuran, Kabupaten Samosir, sebuah acara penting digelar akhir pekan lalu. Kementerian Kebudayaan, lewat Direktorat yang membidangi SDM dan Pranata Kebudayaan, menggelar puncak Apresiasi Desa Budaya 2025. Ini adalah bagian dari program panjang Pemajuan Kebudayaan Desa yang sudah berjalan sejak beberapa tahun silam.
Lima desa pun ditetapkan sebagai penerima apresiasi. Mereka adalah Desa Cibaliung (Banten), Desa Duarato (NTT), Desa Suak Timah (Aceh), Desa Tanjung Isuy (Kalimantan Timur), dan Desa Tebat Patah (Jambi). Menurut penilaian juri, kelimanya dinilai sukses membangun ekosistem budaya yang tak sekadar hidup, tapi juga berkelanjutan. Lebih dari itu, budaya di desa-desa itu telah menjadi sistem kehidupan yang nyata dampaknya baik secara sosial, ekologi, maupun ekonomi bagi warganya.
Program ini sendiri sebenarnya bukan hal baru. Sudah berjalan sejak 2021 sebagai upaya strategis menjadikan desa sebagai fondasi sekaligus jantung kebudayaan nasional. Kalau tahun ini melibatkan 150 desa, maka secara kumulatif program telah menjangkau lebih dari 550 desa di seluruh penjuru tanah air, dari Sumatra hingga Papua.
Proses penilaiannya ketat, melalui tiga tahap utama: Temu Kenali, Pengembangan, dan terakhir Pemanfaatan. Dewan jurinya pun terdiri dari berbagai disiplin ilmu, fokus pada bagaimana pengembangan budaya di desa bisa memberi dampak yang seluas-luasnya.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan selamat sekaligus apresiasi tinggi.
Demikian pernyataan tertulisnya yang dibacakan Minggu (8/2/2026), meski acara berlangsung sehari sebelumnya, Sabtu (8/2). Fadli menegaskan, kebudayaan adalah sumber daya yang tak akan pernah habis asalkan dijaga dan diwariskan. Ia berharap desa-desa di Indonesia bisa menjadi penjaga gawang terdepan bagi kelestarian budaya bangsa.
Komitmen pemerintah pusat juga ditegaskannya, termasuk soal percepatan penetapan cagar budaya nasional.
Artikel Terkait
KPK Sambut Baik Desakan MAKI agar DPR Bentuk Panja Khusus Usut Penahanan Yaqut
China dan ASEAN Sepakati Dialog untuk Dorong Rekonsiliasi di Myanmar
QS Umumkan 4 Universitas Indonesia Terbaik untuk Ilmu Hayati dan Kedokteran
KPK Buka Alasan Alihkan Status Tahanan Eks Menag Yaqut ke Rumah