Lima Desa Terima Apresiasi Desa Budaya 2025 di Puncak Acara di Samosir

- Minggu, 08 Februari 2026 | 14:25 WIB
Lima Desa Terima Apresiasi Desa Budaya 2025 di Puncak Acara di Samosir

Lebih jauh, Fadli menekankan bahwa kemajuan budaya hanya bisa optimal lewat kolaborasi. Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, hingga desa, plus partisipasi aktif masyarakat dan komunitas, mutlak diperlukan. "Ini amanat konstitusi," tegasnya, merujuk pada Pasal 32 UUD 1945.

Dukungan tak hanya datang dari eksekutif. Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, yang hadir di lokasi, menyatakan apresiasinya. Baginya, Apresiasi Desa Budaya adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kebudayaan.

Sebagai tuan rumah, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom tak kalah bersemangat. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyebut ini sebagai kehormatan besar bagi daerahnya.

Vandiko juga mengonfirmasi komitmennya untuk mendorong lebih banyak cagar budaya di tingkat kabupaten yang jumlahnya sekitar 83 saat ini naik status menjadi cagar budaya nasional. Selain itu, tentu saja, melahirkan lebih banyak lagi desa budaya.

Pada intinya, apresiasi ini adalah bentuk pengakuan negara atas kerja sunyi banyak pihak di desa: para penjaga tradisi, penggerak budaya, komunitas, hingga pemerintah desa. Mereka adalah pilar yang konsisten menjadikan kebudayaan sebagai sumber daya pembangunan yang nyata.

Acara yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi ini juga diisi dengan kunjungan lapangan dan berbagi praktik baik. Hadir antara lain Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, pimpinan DPRD setempat, serta sejumlah direktur dan kepala balai di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Melalui momen seperti ini, Kementerian Kebudayaan ingin menegaskan komitmennya untuk terus berpihak pada penguatan budaya di tingkat akar rumput. Harapannya jelas: penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam, tapi pemantik semangat bagi semua desa di Indonesia. Agar budaya tetap terjaga, berkembang, dan pada akhirnya menjadi kekuatan utama membangun jati diri dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar