MURIANETWORK.COM - Kebun Binatang Bandung resmi disegel selama tiga bulan oleh Pemerintah Kota Bandung. Pengelolaan transisi diambil alih Kementerian Kehutanan untuk menyiapkan konsep baru, sebelum nantinya diserahkan kepada lembaga konservasi berbadan hukum melalui seleksi terbuka. Langkah ini merupakan bagian dari penataan menyeluruh pasca pencabutan izin lembaga konservasi kebun binatang tersebut.
Konsep Baru dan Pembentukan Komite
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tenggat waktu tiga bulan untuk merancang dan memastikan konsep pengelolaan yang baru. Konsep ini nantinya akan menjadi dasar dalam proses seleksi calon pengelola yang kompeten.
Farhan menegaskan, "Kita punya waktu tiga bulan untuk mengelola tempat tersebut, memastikan sebuah konsep baru yang kemudian nanti akan dibuka lewat sebuah komite, kesempatan untuk lembaga-lembaga konservasi berbadan hukum yang bisa menjadi calon pengelola dari lahan tersebut."
Untuk mengawal proses transisi ini, akan dibentuk sebuah komite khusus. Komite tersebut dirancang untuk memadukan perspektif dari berbagai tingkat pemerintahan, memastikan keputusan yang diambil komprehensif dan mengutamakan aspek konservasi.
“Komitenya akan terdiri dari Pemerintah Kota Bandung, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, dan dari Kementerian Kehutanan,” ucapnya.
Pembagian Tanggung Jawab dan Jaminan Keberlangsungan
Skema kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah telah disepakati pasca pencabutan izin dan pengembalian penguasaan lahan. Inti dari kesepakatan ini adalah pembagian peran yang jelas demi keberlangsungan kawasan dan kesejahteraan satwa di dalamnya.
Penanganan dan kesejahteraan satwa sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Kehutanan, yang memiliki otoritas dan keahlian di bidang konservasi satwa. Sementara itu, operasional kawasan sehari-hari serta hak-hak karyawan menjadi wewenang Pemerintah Kota Bandung.
Pembagian tugas ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang lebih profesional, dengan setiap pihak fokus pada bidang keahliannya masing-masing. Prioritas utama adalah memastikan transisi berjalan lancar tanpa mengganggu perawatan hewan-hewan yang ada.
Langkah penataan ulang ini, meski terpaksa diambil, dilihat sebagai momentum untuk membangun masa depan Kebun Binatang Bandung yang lebih baik. Harapannya, dengan konsep dan pengelola baru nanti, kawasan ini dapat benar-benar berfungsi optimal sebagai lembaga konservasi yang modern dan bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Badai Salju Lumpuhkan Bandara Jeju, 11.000 Penumpang Terdampar
Gerindra Sumbar Bagikan 65.000 Paket Sembako dan Soroti Anggaran Triliunan untuk Infrastruktur
Pemerintah Gelar Rakor Lintas Kementerian untuk Perkuat Moderasi Beragama
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Universitas Saudi