Turnamen Faldo Series Indonesia 2026 Tuntas, Empat Juara Lolos ke Final Asia

- Minggu, 08 Februari 2026 | 19:40 WIB
Turnamen Faldo Series Indonesia 2026 Tuntas, Empat Juara Lolos ke Final Asia

MURIANETWORK.COM - Turnamen Faldo Series Indonesia 2026 resmi berakhir di Gunung Geulis Country Club, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/2/2026). Ajang bergengsi untuk pegolf muda ini menghasilkan empat juara di Faldo Junior Tour yang berhak mewakili Indonesia di Grand Final Asia di Vietnam, serta enam pemenang di Faldo Future Tour yang akan berlaga di final di Inggris.

Kemenangan Ketat di Kelas U-21 Putra

Persaingan sengit terjadi di kategori Faldo Junior Tour kelas U-21 putra. Kifata Aftar, pegolf 18 tahun asal Sumatra Utara, berhasil meraih kemenangan tipis dengan selisih hanya satu pukulan. Ia menutup turnamen dengan total skor 216 (3 di atas par).

Kemenangannya tidak didapat dengan mudah. Kenneth Henson Sutianto dari DKI Jakarta sempat memimpin selama tujuh hole awal. Namun, dua kesalahan di hole akhir sembilan hole pertama membuka peluang bagi Kifata untuk bangkit di babak back nine.

Kifata sendiri mengaku tidak menyangka akan keluar sebagai juara. Ia mengaku bermain dengan prinsip sederhana tanpa memaksakan diri.

“Hari ini saya bener-bener enggak ngeliat live score sama sekali, terus enggak expect juga bakal menang. Tiba-tiba pas nyampe live score ternyata, aku yang menang. Kaget sih dari situ juga. Main aman saja tiba-tiba dapat hasilnya,” ujarnya.

“Hari ini prinsip bermainnya tetap sama sih. Nggak maksa buat birdie. Tetap jalanin prosesnya terus, ikutin step by step saja,” tambahnya.

Dominasi William Justin dan Sania Talita

Di kelas U-16 putra, William Justin Wijaya menunjukkan performa luar biasa. Atlet asal Jawa Timur itu menutup putaran terakhir dengan skor apik 69 (2 di bawah par), mengamankan posisi puncak dengan total skor even par 213. Ia mengatasi tekanan ketat dari Yujun Cha dan Fadhlan Azzam Atmajah.

“Key factor-nya sih tetap (ingin) menang. Tenang di bawah tekanan. Di hole-hole akhir skornya masih sama semua, pastinya kan deg-degan ya. Cuma, ya itu pentingnya harus tetap tenang di bawah tekanan,” jelas Justin mengenai kunci kemenangannya.

Sementara di nomor putri U-21, Sania Talita Wahyudi berhasil mendominasi. Meski mengaku performanya di hari final kurang maksimal, pegolf dari Maja Golf Club itu tetap unggul jauh dengan selisih delapan pukulan dari runner-up, Renoctoviana Ramadhiani Said. Sania meraih total skor 218 (5 di atas par).

“Permainan hari ini tidak begitu bagus. Banyak kecelakaan terjadi di lapangan. Ini juga tidak terlepas dari kondisi lapangan yang lebih berat dibandingkan 2 hari pertama karena hujan yang mengguyur sepanjang pagi tadi,” tutur Sania.

“Namun, untungnya saya bisa menjaga permainan karena selisih pukulan saya jauh dari teman-teman lain. Senang sekali saya bisa menang di sini karena ini jadi pengalaman saya bisa bertanding di Faldo Series dan lolos ke Vietnam,” tandasnya.

Kesempatan Berlaga di Ajang Internasional

Juara dari Faldo Junior Tour, yaitu Kifata Aftar, William Justin Wijaya, Sania Talita Wahyudi, serta Elevania Nurfasha (juara putri U-16), berhak mewakili Indonesia di Faldo Junior Tour Asia Grand Final ke-17. Event tingkat Asia tersebut akan digelar di Laguna Lang Co, Vietnam, pada 22-24 April 2026.

Di sisi lain, Faldo Future Tour yang diperuntukkan bagi pegolf cilik berusia 7-12 tahun juga telah menghasilkan para pemenang. Mereka yang meraih posisi juara dan runner-up di tiga kelompok usia akan melanjutkan kompetisi ke Futures Final di lapangan legendaris The Belfry, Inggris.

Komitmen Pengembangan Golf Junior

Penyelenggaraan Faldo Series Indonesia tahun ini merupakan inisiatif dari Birdie Bandits, klub golf junior yang didirikan oleh Gunung Geulis Country Club. Kehadiran kembali turnamen internasional untuk junior ini disambut antusias, terbukti dengan partisipasi 61 pegolf muda.

Chairman Birdie Bandits, Agung Budiman, mengungkapkan komitmen jangka panjang untuk ajang ini. “Kami sudah berkomitmen ke Faldo untuk menghadirkan turnamen ini selama 3 tahun ke depan. Dan tentunya kami harus lebih banyak belajar lagi untuk menyelenggarakan turnamen ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, gelaran ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sistematis untuk membina dan memberikan pengalaman bertanding bertaraf internasional bagi calon-calon bintang golf Indonesia masa depan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar