Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia Usai Ditaklukkan Iran Lewat Drama Adu Penalti

- Minggu, 08 Februari 2026 | 19:55 WIB
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia Usai Ditaklukkan Iran Lewat Drama Adu Penalti

MURIANETWORK.COM - Timnas Futsal Indonesia harus menelan pil pahit sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 setelah dikalahkan Iran dalam drama adu penalti, Sabtu (7/2/2026) malam di Indonesia Arena, Jakarta. Laga final yang berakhir imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu itu ditentukan dari titik putih, dengan skor akhir 4-5 untuk keunggulan Iran. Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Israr Megantara, pemain muda berusia 21 tahun, gagal mengeksekusi penalti dan tak kuasa menahan air mata di tengah lapangan.

Duka di Balik Titik Penalti

Pertandingan final berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim saling serang, menghasilkan sepuluh gol yang tersebar di babak normal dan tambahan waktu. Ketika adu penalti menjadi penentu, tekanan psikologis pun mencapai puncaknya. Israr menjadi satu dari dua algojo Indonesia yang gagal, bersama Dewa Rizki. Kegagalan itu langsung terlihat membebani sang pemain. Wajahnya memerah, air mata mengalir, sebelum rekan-rekan setim dan staf pelatih bergegas menghampiri untuk memberikan pelukan dan dukungan.

Pesan Pelatih di Balik Kegagalan

Meski sedih, Israr mengungkapkan bahwa pelatih Hector Souto telah mempersiapkan mental tim untuk menghadapi momen-momen krusial seperti ini. Souto diketahui selalu menanamkan filosofi sederhana namun tegas dalam menyikapi eksekusi penalti.

"Karena dari sebelumnya coach selalu bilang, karena penalti itu cukup kamu yaudah datang, bola tendang dan habis itu lupain. Coach bilang mau kamu lupain atau I kill you?" tutur Israr, mengutip pesan sang pelatih.

Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk membebaskan pemain dari beban berlebihan setelah eksekusi, baik itu hasil sukses atau pun gagal.

Terima Kasih untuk Suporter dan Janji untuk Masa Depan

Di tengah kekecewaan, Israr dan tim tidak lupa menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para suporter yang telah memadati Indonesia Arena dan memberikan semangat tanpa henti. Dukungan itu menjadi penyemangat utama perjalanan historis mereka menuju final.

"Terima kasih sudah suporter kami semua dari awal sampai sekarang. Mungkin hasilnya tidak sesuai dengan yang kami inginkan, tapi kami gak berhenti di sini," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Pivot muda itu menegaskan bahwa tim tidak akan terpuruk. Sebaliknya, mereka justru akan menjadikan pengalaman pahit ini sebagai batu loncatan untuk perbaikan. Komitmen untuk terus berkembang dan membalas kepercayaan publik menjadi prioritas.

"Kami terus menjaga semua masa yang akan datang. Terima kasih sudah dukung kami semua. Kita semua berharap dengan dukung kita apapun kondisinya mau menang, kalah atau apapun itu, tetap dukung kami," pungkas Israr.

Sebuah Final Bersejarah dan Dominasi yang Terus Berlanjut

Di balik rasa kecewa, pencapaian Timnas Futsal Indonesia patut dicatat sebagai sejarah gemilang. Ini adalah pertama kalinya Skuad Garuda melangkah hingga ke partai puncak Piala Asia Futsal, sebuah prestasi yang membuktikan perkembangan signifikan yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, kemenangan Iran memperkuat legenda mereka di kancah Asia. Gelar juara yang ke-14 ini semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan utama dan tim yang paling disegani dalam peta futsal benua ini. Final yang dramatis di Jakarta bukan sekadar tentang sebuah piala, tetapi juga tentang perjuangan, emosi, dan dua cerita yang berbeda dari satu lapangan yang sama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar