PDIP Soroti Wacana Pilpres 2029: Fokus Harus pada Daya Beli dan Harga Pangan

- Minggu, 08 Februari 2026 | 08:45 WIB
PDIP Soroti Wacana Pilpres 2029: Fokus Harus pada Daya Beli dan Harga Pangan

MURIANETWORK.COM - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi wacana dukungan PAN terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk dua periode, yang belum tentu berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, fokus politik saat ini seharusnya bukan pada Pilpres 2029 yang masih lama, melainkan pada persoalan riil yang dihadapi masyarakat, seperti daya beli yang turun dan harga kebutuhan pokok yang melonjak.

Pilpres 2029 Masih Jauh, Fokus pada Persoalan Rakyat

Andreas Pareira menekankan bahwa jarak waktu menuju pemilihan presiden berikutnya masih sangat panjang. Ia menyoroti bahwa publik bisa merasa jenuh jika elite politik terus-menerus membicarakan persiapan pemilu tanpa menyentuh masalah sehari-hari yang mendesak.

"Pilpres masih jauh. Rakyat bosan dengan kekuasaan kalau para elite politik hanya bicara soal dari satu pilpres ke pilpres berikutnya," tuturnya kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).

Dia menjelaskan, PDIP saat ini lebih memusatkan perhatian pada program-program kerakyatan. Situasi yang dihadapi bangsa, menurutnya, cukup kompleks dan memerlukan solusi konkret, bukan sekadar wacana politik jangka panjang.

"PDI Perjuangan fokus pada program-program kerakyatan, membantu rakyat menghadapi berbagai tantangan; bencana ekologi yang beruntun di berbagai daerah, PHK yang marak di berbagai perusahaan akibat hengkang ke negara lain, daya beli masyarakat yang semakin menurun, harga bahan kebutuhan pokok yang melonjak," jelas Andreas.

Dukungan PAN untuk Prabowo dan Opsi Cawapres

Pernyataan Andreas muncul menanggapi sikap PAN yang sebelumnya telah menyatakan dukungannya. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno memastikan partainya akan mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029. Namun, komitmen itu tidak serta-merta mengikat pada pasangan tertentu.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar