Gereja dan Muhammadiyah Bantu Sukseskan HUT NU di Malang, Prabowo Hadir

- Minggu, 08 Februari 2026 | 05:30 WIB
Gereja dan Muhammadiyah Bantu Sukseskan HUT NU di Malang, Prabowo Hadir

Kehadiran presiden inilah yang bisa dibaca sebagai sinyal politik. Saat Gus Yahya menggelar hajatan di Istora Senayan pekan lalu, presiden absen. Konon, beliau baru mau datang jika undangannya ditandatangani oleh keempat pimpinan tertinggi PBNU. Waktu itu, yang hadir cuma Menag Nasaruddin Umar, tokoh yang dikenal netral.

Seorang wartawan yang meliput acara di Senayan mencatat suasana yang agak sepi. Tidak seperti biasanya kalau NU bikin acara. Mungkin karena hujan yang tak henti mengguyur Jakarta. Atau mungkin juga gara-gara harga saham yang sedang ambruk pada hari itu siapa tahu banyak warga NU yang main saham hingga sedang berduka.

Bisa juga mereka sudah menangkap gelagat bahwa presiden tak akan hadir. Anda yang dari NU pasti paham bagaimana membaca suasana kebatinan seperti itu.

Maka, panitia di Malang tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Acara digelar di Stadion Gajayana, jantung kota Malang, bukan di tempat yang kecil. Lokasinya cuma sepelemparan batu dari Gereja Katedral.

Antisipasinya pun luar biasa. Dua belas jalur jalan ditutup total dari Sabtu hingga Minggu siang. Gereja Katedral akhirnya memutuskan membatalkan misa Sabtu dan Minggu pagi. Bukan dilarang, tapi lokasi parkirnya jadi terlalu jauh. Mereka hanya akan gelar dua misa: Minggu sore dan malam.

Gelombang massa sudah mulai mengalir sejak Sabtu siang. Data yang masuk ke panitia menunjukkan lebih dari 100 ribu orang akan membanjiri kota. Acara puncaknya dimulai Sabtu malam dengan salawat berirama, dilanjutkan khataman Quran 999 kali tepat tengah malam biasanya dilakukan dengan cepat secara borongan oleh ribuan suara.

Setelah salat malam hingga subuh, acara inti baru dimulai. Presiden Prabowo dijadwalkan memberi sambutan usai salat Subuh. Rencananya, semua akan beres sebelum pukul delapan pagi.

Kehadiran presiden di acara semacam ini selalu punya makna khusus. Dua tahun lalu, Presiden Jokowi hadir di perayaan HUT NU versi Hijriah di Sidoarjo. Waktu itu, macetnya total sampai ke tol. Acaranya meriah, penuh kenangan. Tak cuma kenangan indah, tapi juga politik dan ekonomi kala itu NU dapat konsesi tambang batu bara.

Kini, semua mata tertuju ke Malang. Menunggu sejarah baru ditorehkan.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar