Menyikapi hal ini, BPBD Damkar Riau secara resmi telah mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di wilayah terdampak untuk segera menetapkan status darurat di tingkat lokal. Langkah ini dinilai krusial sebagai landasan untuk pembahasan lebih lanjut di tingkat provinsi.
“Kami minta daerah yang sudah terjadi karhutla untuk menetapkan status. Kalau sudah ada daerah yang menetapkan, baru bisa dibahas penetapan status di tingkat provinsi,” papar Jim Gafur.
Peringatan dari BMKG dan Imbauan Kewaspadaan
Di tengah upaya pemadaman, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait pola cuaca ke depan. Provinsi Riau diprakirakan akan memasuki periode musim kemarau pada awal tahun ini, meski berlangsung relatif singkat sebelum hujan kembali turun hingga pertengahan tahun.
“BMKG memprediksi awal tahun ini ada musim kemarau, kemudian hujan kembali hingga pertengahan tahun. Setelah itu, akan masuk musim kemarau kedua yang diperkirakan berlangsung cukup lama,” ungkapnya.
Menyambut prediksi cuaca tersebut, BPBD Damkar Riau mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak lengah. Peningkatan kewaspadaan dan penguatan langkah-langkah pencegahan dini dinilai sangat penting untuk meminimalisir risiko meluasnya kebakaran, terutama menyongsong musim kemarau panjang yang diprediksi akan datang.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw