PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy 2026 untuk Peringati Keteguhan Moral Perempuan Indonesia

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:00 WIB
PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy 2026 untuk Peringati Keteguhan Moral Perempuan Indonesia

“Beliau tidak hanya ibu rumah tangga, tetapi ibu peradaban politik perempuan Indonesia. Ibu Fat memberikan legitimasi kuat bagi kaum perempuan untuk bergerak di ranah publik dan politik, yang kemudian menginspirasi kursus kepemimpinan perempuan yang dilaksanakan di tengah-tengah revolusi fisik yang nampak dalam buku Sarinah karya Bung Karno,” ucap Hasto.

Ia menambahkan, “Di tengah tekanan penjajah dan kondisi mengandung, beliau menjahit harapan. Beliau merawat semangat kemerdekaan melalui kesederhanaan dan keteguhan pada prinsip.”

Relevansi Semangat Fatmawati untuk Kini

Lebih dari sekadar kilas sejarah, Hasto mengontekstualisasikan semangat Fatmawati dengan tantangan bangsa saat ini. Ia menekankan pentingnya ‘kesabaran revolusioner’ sebagai senjata untuk melawan ketidakadilan dan pembungkaman suara kritis.

“Bangsa Indonesia saat ini memerlukan kesabaran revolusioner untuk melawan segala bentuk ketidakadilan, termasuk upaya-upaya pembungkaman suara kritis dan mahasiswa, civil society hingga jurnalis. Kita adalah bangsa merdeka; jangan takut menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan demi kemanusiaan,” tegasnya.

Panggilan bagi Kader Partai

Dalam penutupannya, Hasto menyampaikan pesan khusus bagi kader partainya. Ia menyerukan agar semangat dan keteladanan Fatmawati menjadi inspirasi untuk membela rakyat kecil, mencerminkan kepedulian tulus yang diajarkan oleh Ibu Bangsa tersebut.

“Ini adalah panggilan bagi seluruh kader. Kita memerlukan kebangkitan etika dan keteladanan dari Ibu Fat. Kader harus memiliki keberanian berdiri di barisan depan membela rakyat yang tertindas, sebagaimana Ibu Fat yang selalu peduli pada rakyat kecil meski dalam kesunyian perjuangannya,” pungkas Hasto.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar