Dibagikan Gratis sebagai Amal Jariyah
Mengenai distribusinya, Yusril menyatakan bahwa buku fisik akan dibagikan kepada para tamu undangan. Sementara itu, versi digitalnya dapat diakses secara luas oleh siapa pun tanpa biaya melalui situs web pribadinya. Keputusan ini diambil dengan semangat untuk menyebarluaskan gagasan.
"Dan buku ini juga ada e-book-nya yang bisa diunduh di website kami dan bisa diprint masing-masing karena kami sudah mengikhlaskan buku-buku ini sebagai amal jariah bagi kepentingan masyarakat, jadi memang tidak diperjualbelikan. Tapi siapa yang mau mengunduh, silakan saja, jadi tidak ada persoalan hak cipta (copyright). Silakan saja, jadi makin banyak buku dibaca orang makin bagus dan makin tersebarlah ide-ide yang ada di dalam buku-buku itu," paparnya.
Rincian Kedelapan Buku
1. The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, dan Testimoni Kolega
Editor M. Saleh Mude dkk, 926 halaman. Buku ini mengungkap kisah di balik layar sejarah resmi melalui testimoni kolega, menunjukkan bagaimana keputusan besar lahir dari proses sunyi, perdebatan intelektual, dan keteguhan prinsip.
2. The Autobiography of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Testimoni Kolega, dan Hadiah Puisi
Editor M. Saleh Mude, 492 halaman. Sebuah autobiografi yang menyelami pergulatan batin, pilihan sulit, dan makna pengabdian sebagai tanggung jawab moral, melampaui sekadar kronologi jabatan.
3. Islam, Democracy, and Human Rights in Contemporary Indonesia
Editor Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra & Prof. Dr. Hafid Abbas, 192 halaman. Buku akademis ini merekam dialog antara Islam, demokrasi, dan HAM, menampilkan upaya konsisten menempatkan nilai keislaman dalam kerangka konstitusional yang menghormati pluralitas.
4. Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra: Islam, Negara, dan Demokrasi
Dr. Herdito Sandi Pratama, 322 halaman. Buku ini menelusuri konsistensi pemikiran politik Yusril dalam memperjuangkan aspirasi politik Islam melalui jalur hukum dan demokrasi, tanpa mengorbankan prinsip negara kebangsaan.
5. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keadilan yang Memulihkan
Ahmadie Thaha, 460 halaman. Fokus pada dimensi etik pemikiran hukum Yusril, buku ini menempatkan hukum sebagai sarana memulihkan relasi sosial dan martabat manusia, bukan sekadar instrumen penghukuman.
6. The Landmark Cases of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra
Prof. Dr. Fitra Arsil & Dr. Qurrata Ayuni, 540 halaman. Mendokumentasikan perkara konstitusional penting yang melibatkan Yusril, menunjukkan bagaimana argumentasi hukum dapat mengubah tafsir undang-undang dan memengaruhi perkembangan hukum tata negara.
7. Lebih Dekat dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Pandangan Tokoh dan Sahabat
Randy Bagasyudha dkk, 112 halaman. Berisi kesaksian para sahabat dan tokoh, buku ini menghadirkan potret tentang konsistensi, keberanian, dan kesetiaan pada prinsip yang terlihat dalam relasi personal.
8. Di Mana Bumi Dipijak: Novel Biografis
Andre Syahreza, 188 halaman. Melalui pendekatan sastra, novel ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan hidup Yusril dari kampung pesisir Belitung hingga pusat kekuasaan, menegaskan pentingnya tetap berpijak pada nilai-nilai asal usul.
Artikel Terkait
Polres Kuansing Bakar Tiga Rakit Penambangan Emas Ilegal di Kuantan Tengah
Dua Pendaki Hilang di Gunung Dako, Tim SAR Gabungan Dikerahkan
Arus Balik Lebaran 2026: 37.000 Kendaraan Padati Tol Kalikangkung dalam 12 Jam
Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Anumerta untuk Aiptu Apendra yang Gugur Saat Tugas