Inisiatif Bermula dari Permintaan Menteri Agama
Presiden mengungkapkan bahwa inisiatif penyediaan lahan dan gedung ini berawal dari permintaan Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Profesor Nasaruddin Umar. Permintaan itu menyoroti kurangnya visibilitas lokasi kantor MUI yang selama ini ada.
“Permintaan Imam Besar Istiqlal Profesor Nasaruddin kepada saya beberapa bulan yang lalu. Beliau juga sebagai Menteri Agama menyampaikan, ‘Pak, kantor MUI sekarang nggak jelas di mana.’ Saya pun maaf, tidak tahu persis di mana kantor MUI,” ucap Prabowo.
Menyikapi hal tersebut, Presiden kemudian menyerahkan mandat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gedung sepenuhnya kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menjalin Sinergi Ulama dan Umara
Pengumuman ini disampaikan dalam forum doa bersama yang mengusung tema persatuan. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara ulama dan umara (pemerintah). Kolaborasi ini, menurutnya, merupakan pondasi penting untuk menjaga keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia ke depan. Rencana pembangunan gedung di lokasi prestisius ini dapat dilihat sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, memberikan ruang yang layak bagi peran strategis lembaga-lembaga keagamaan dalam kehidupan berbangsa.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: 37.000 Kendaraan Padati Tol Kalikangkung dalam 12 Jam
Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Anumerta untuk Aiptu Apendra yang Gugur Saat Tugas
Kemnaker Ingatkan Mentor Segera Selesaikan Administrasi untuk Cairkan Uang Saku Magang
Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman Meski Ketegangan Teluk Meningkat