Peringatan: Artikel ini berisi deskripsi dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Rabbi Yitzhak Mei Sabo, seorang tokoh Yahudi di Dallas, Amerika Serikat, telah ditangkap terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak. Penangkapan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Sabo sebelumnya vokal menyebarkan tuduhan tanpa bukti tentang pemerkosaan massal oleh Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023.
Penangkapan dan Tuduhan terhadap Rabbi Sabo
Rabbi Yitzhak Mei Sabo, berusia 43 tahun, ditangkap oleh polisi Dallas pada 1 April 2025. Ia didakwa melakukan tindakan tidak senonoh terhadap anak di bawah umur. Mantan sersan tank militer Israel ini ditahan dengan jaminan sebesar $100.000.
Posisi dan Peran Sabo di Komunitas
Sabo sebelumnya menjabat sebagai direktur 'kehidupan Yahudi' di Akademi Akiba Yavneh, sebuah sekolah Ortodoks Modern. Ia juga merupakan pemimpin spiritual Sinagoge Tiferet Israel di Dallas Utara sejak tahun 2022.
Detail Dugaan Pelecehan Seksual Anak
Menurut laporan media lokal, Sabo dituduh melakukan sejumlah tindakan tidak senonoh terhadap seorang siswa laki-laki. Tuduhan tersebut mencakup menarik celana korban, menyentuhnya secara tidak pantas, mengawasinya mandi, dan memberinya pijatan yang tidak wajar. Perilaku ini dilaporkan telah berlangsung selama beberapa tahun, dimulai saat korban masih duduk di kelas sembilan.
Artikel Terkait
160 Warga Binaan di Makassar Terima Remisi Idul Fitri, Tiga Langsung Bebas
Mantan Suami WNA Jadi Tersangka Penemuan Jenazah Cucu Mpok Nori di Cipayung
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut ke Tahanan Rumah
Empat Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Selamat Berkat Evakuasi Cepat