Negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat, yang dimediasi Oman, akhirnya dimulai. Kabar terbaru, Teheran menyebut putaran pembicaraan ini sebagai sebuah "awal yang baik". Kedua belah pihak sepakat untuk terus bernegosiasi, meski Iran punya catatan penting: mereka berharap Washington bisa menahan diri dari segala bentuk ancaman dan tekanan. Tanpa itu, jalan dialog ke depan dipastikan bakal terhambat.
Latar belakang pertemuan ini memang cukup tegang. Sebelumnya, AS melontarkan sejumlah ancaman menyusul gelombang protes antipemerintah di Iran yang ditangani secara keras oleh aparat. Belum lagi, Washington baru saja mengerahkan kelompok kapal induknya ke kawasan Timur Tengah. Suasana seperti itu tentu saja menambah rumit dinamika diplomasi.
Namun begitu, pertemuan di Muscat, ibu kota Oman, Jumat lalu, ternyata menghasilkan atmosfer yang tak terduga. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi negaranya, mengaku cukup puas.
“Dalam suasana yang sangat positif, argumen-argumen kami disampaikan dan pandangan pihak lainnya dibagikan kepada kami,” ujar Araghchi dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: 37.000 Kendaraan Padati Tol Kalikangkung dalam 12 Jam
Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Anumerta untuk Aiptu Apendra yang Gugur Saat Tugas
Kemnaker Ingatkan Mentor Segera Selesaikan Administrasi untuk Cairkan Uang Saku Magang
Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman Meski Ketegangan Teluk Meningkat