Gajah Sumatera Tewas Diburu, Gadingnya Hilang di Pelalawan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:15 WIB
Gajah Sumatera Tewas Diburu, Gadingnya Hilang di Pelalawan

Hasil pemeriksaan tim gabungan di lokasi kejadian mengungkap fakta-fakta yang semakin memperkuat dugaan perburuan liar. Kondisi jasad gajah saat ditemukan digambarkan sangat mengenaskan.

Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, menjelaskan bahwa ada serpihan proyektil yang bersarang di tengkorak hewan malang tersebut. "Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," jelasnya saat dihubungi.

Kerusakan yang terlihat pun sangat parah. Bagian wajah gajah nyaris tak bisa dikenali. "Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," lanjut Rini Deswita dengan nada prihatin.

Berdasarkan tingkat pembusukan, gajah jantan itu diperkirakan telah mati sekitar sepuluh hari sebelum ditemukan. Fakta paling mencolok yang mengarah pada motif perburuan adalah hilangnya bagian tubuh yang paling berharga di pasar gelap. "Gadingnya juga hilang," tambahnya, menutup penjelasan tentang bukti-bukti di lapangan.

Penyelidikan Berlanjut

Dengan bukti-bukti awal yang kuat, kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pegiat konservasi. Kombinasi antara temuan proyektil di kepala dan hilangnya kedua gading meninggalkan sedikit keraguan bahwa ini adalah aksi kriminal terencana. Upaya penyelidikan kini difokuskan untuk melacak jejak pelaku dan jaringan di balik perburuan liar yang terus mengancam kelestarian gajah Sumatera, spesies yang statusnya sudah kritis. Tekad Kapolda untuk mengusut tuntas memberikan harapan bahwa keadilan bagi satwa yang dilindungi ini dapat ditegakkan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar