Jokowi dan Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama di Istana Merdeka

- Jumat, 06 Februari 2026 | 09:30 WIB
Jokowi dan Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama di Istana Merdeka

Menurut rilis resmi Kedutaan Besar Australia di Jakarta, traktat tersebut dirancang untuk mencerminkan kedalaman persahabatan dan kemitraan antara kedua negara.

"Traktat ini mencerminkan persahabatan, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara Australia dan Indonesia," jelas pernyataan tersebut. "Hal ini akan membawa kerja sama Australia-Indonesia ke tingkat yang baru, demi keamanan kawasan kedua negara."

Kunjungan selama tiga hari (5-7 Februari 2026) ini merupakan kunjungan kedua PM Albanese ke Istana Merdeka, menandakan intensitas dialog tinggi antara Jakarta dan Canberra. Pertemuan sebelumnya berlangsung pada Mei 2025, yang kemudian diikuti kunjungan balasan Presiden Jokowi ke Australia pada November di tahun yang sama.

Memperluas Cakupan Kemitraan Strategis

Selain isu keamanan regional yang menjadi prioritas, pertemuan ini juga membahas perluasan kerja sama di berbagai sektor vital. PM Albanese, yang didampingi Menteri Luar Negeri Penny Wong, menyatakan komitmen Australia untuk memperdalam kolaborasi dengan Indonesia. Fokusnya tidak hanya pada politik dan keamanan, tetapi juga pada penguatan hubungan ekonomi melalui perdagangan dan investasi, serta kerja sama di bidang pendidikan dan pembangunan. Langkah ini dipandang oleh pengamat hubungan internasional sebagai upaya konkret untuk membangun stabilitas dan kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar