Kisah serupa juga disampaikan oleh Tio (57). Ia menyaksikan seorang pengendara motor yang oleng dan nyaris terjatuh setelah kendaraannya melewati lubang yang sama, terutama saat jalanan licin akibat hujan.
"Pas hujan kan licin ya, saya lihat dia tuh berdua boncengan. Dia nggak lihat di depan ada lubang, ternyata pas dia lewat agak oleng. Untungnya nggak jatuh, cuma dia agak gimana ya udah nggak nyaman aja goyang," jelasnya.
Tio menilai kondisi jalan seperti itu sangat berisiko, khususnya bagi pengendara yang sedang kurang waspada, lelah, atau mengantuk. Ia menekankan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan jalan semacam ini sering kali diremehkan, padahal konsekuensinya bisa sangat serius.
Harapan untuk Perbaikan yang Mendasar
Merespons kondisi tersebut, warga berharap adanya tindakan perbaikan yang lebih komprehensif dari pihak berwenang. Tio mengungkapkan, perbaikan tidak boleh sekadar bersifat tambal sulam, tetapi harus menyentuh akar permasalahan untuk mencegah kerusakan berulang.
"Semoga ke depannya ya itu jalan-jalan jangan sampai nunggu rusak memang kalau ada anggarannya turun langsung lapis kerjakan hap tiap tahun lapis kerjakan gitu loh jangan cuma jalan-jalan protokol aja. Karena kan pajak itu kan nggak hanya jalan protokol dan sekitarnya yang bayar masyarakat," pungkasnya.
Keluhan ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkala dan merata, mengingat fungsinya sebagai urat nadi mobilitas warga yang berdampak langsung pada keselamatan publik.
Artikel Terkait
Dua Prajurit Marinir Tewas, Senjata Hilang dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Harta di Balik Mutilasi Perempuan Samarinda
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi