Usulan ini dinilai sangat relevan mengingat karakteristik geografis seluruh negara anggota. "Jadi negara D-8 itu semua punya laut, tapi D8 tidak pernah membahas mengenai laut. Jadi kita ingin D-8 tahun ini juga punya agenda mengenai kelautan dunia. Itu sudah masuk di agenda," jelas Havas.
Dengan memasukkan topik ini, Indonesia berharap dapat membuka babak baru kolaborasi di sektor maritim, mulai dari ekonomi biru, konektivitas, hingga keamanan laut.
Persiapan Logistik dan Konfirmasi Kehadiran
Meski lokasi pastinya belum diumumkan secara rinci, Sugiono memastikan bahwa penyelenggaraan KTT akan dilakukan di Jakarta dengan memilih venue yang representatif. "Venuenya nanti rencananya di, ya biasalah. Jakarta. Kita cari tempat yang representatif," ujarnya.
Di sisi lain, proses diplomatik untuk memastikan kehadiran para pemimpin negara juga telah dimulai. Havas menyatakan bahwa undangan resmi telah dikirimkan ke semua negara anggota, meski konfirmasi kehadiran final belum dapat diumumkan kepada publik. "Kita sudah kirim undangan. Jadi kita belum bisa sampaikan ke publik," katanya.
Mengenal Organisasi D-8
Sebagai informasi, D-8 atau Developing Eight adalah organisasi kerja sama pembangunan yang diinisiasi pada tahun 1997. Kelompok ini menghimpun delapan negara berkembang dengan populasi Muslim yang signifikan, yaitu Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Forum ini dirancang untuk meningkatkan posisi negara-negara anggota dalam perekonomian global dan menciptakan kesempatan baru dalam perdagangan internasional.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana di Moto3 Brasil
Konfrontasi AS-Israel-Iran Ubah Peta Persepsi dan Kekuatan di Timur Tengah
Presiden Prabowo Manfaatkan Idulfitri untuk Telepon Sejumlah Pemimpin Negara Muslim
Prabowo Targetkan 300.000 Sekolah Direnovasi dan Digitalisasi Penuh dalam 5 Tahun