MURIANETWORK.COM - Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) di Jakarta pada April mendatang. Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, saat ini tengah mematangkan substansi pembahasan untuk memastikan pertemuan puncak negara-negara berkembang ini menghasilkan langkah-langkah kerja sama yang konkret dan berdampak nyata.
Fokus pada Hasil yang Nyata
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa persiapan sedang difokuskan pada isu-isu yang dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Hal ini disampaikannya usai menghadiri rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
"Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret ya," tuturnya.
Dorongan untuk kerja sama yang lebih aplikatif ini didasari potensi ekonomi besar yang dimiliki masing-masing anggota D-8. Menurut Sugiono, jika potensi tersebut dapat disinergikan, kekuatan kolektif yang dihasilkan akan sangat signifikan bagi pembangunan kawasan.
"Dan kalau misalnya dipadukan itu justru merupakan satu kekuatan yang besar. Jadi secara garis besar itu yang ingin kita dapatkan. Dan ini sedang dibicarakan substansi-substansi yang sifatnya lebih detail," lanjutnya.
Usulan Agenda Baru: Isu Kelautan
Sementara itu, dari sisi agenda, pemerintah Indonesia membawa usulan segar ke meja perundingan. Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno mengungkapkan bahwa isu kelautan akan diusulkan menjadi fokus baru dalam kerja sama D-8.
Artikel Terkait
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026