“Islam menegaskan agar umat tidak menyebarkan permusuhan. Setiap manusia merupakan ciptaan Tuhan, berasal dari Nabi Adam dan Siti Hawa. Sebab itu, kita harus hidup damai dan toleran pada sesama,” imbuh Megawati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konstitusi Indonesia telah mengatur kesetaraan hak setiap warga negara, yang menjadi fondasi hukum bagi praktik toleransi di tanah air.
Sambutan Positif dan Komitmen dari UEA
Pandangan-pandangan yang disampaikan Megawati mendapat sambutan yang positif dari Sheikh Khaled. Putra Mahkota Abu Dhabi tersebut menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama mewujudkan nilai-nilai toleransi dalam aksi nyata.
Dubes Zuhairi menyampaikan respons tersebut. “Pihaknya (Putra Mahkota) siap bekerja sama dengan Ibu Megawati untuk membumikan, mengukuhkan, dan menyuarakan toleransi,” jelasnya.
Analogi Persahabatan dari Bunga di Perantauan
Sebagai penutup percakapan, Megawati membagikan sebuah observasi personal yang sarat makna. Ia menceritakan tentang tanaman dan bunga asal Indonesia yang ia temui menghiasi jalan-jalan Abu Dhabi. Cerita sederhana ini ia angkat sebagai metafora yang kuat tentang hubungan antar bangsa.
“Di jalan-jalan saya melihat tanaman dan bunga-bunga yang asalnya dari Indonesia. Jika tanaman dan bunga-bunga saja bisa bersahabat, apalagi kita manusia. Jadi, persahabatan dan toleransi adalah keniscayaan dan harga mati bagi kita semua,” kata Megawati.
Pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan personal antara kedua tokoh, tetapi juga menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan dialog dan penghormatan pada perbedaan sebagai jalan menuju perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Pangan Ramadan-Lebaran 2026
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026