Menyadari bahwa pembebasan lahan sering menjadi titik kritis dalam proyek infrastruktur, Andre menegaskan ketegasan pemerintah. Ia memastikan proyek strategis nasional ini tidak akan terhambat oleh persoalan yang berlarut-larut, dengan tetap mengedepankan pendekatan musyawarah.
"Musyawarah tetap diutamakan dengan prinsip ganti untung. Namun jika sudah tiga kali musyawarah tidak tercapai kesepakatan, pemerintah akan menggunakan mekanisme konsinyasi sesuai aturan. Ini tidak bisa ditunda-tunda," tegasnya.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah dan Target Waktu
Komitmen serupa disampaikan oleh para kepala daerah yang hadir. Mereka berjanji untuk mengawal proyek ini agar tidak mengalami kendala seperti yang pernah terjadi pada pembangunan ruas tol sebelumnya. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, secara khusus menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan penuh.
"InsyaAllah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah," ungkap Mahyeldi.
Dari sisi perencanaan, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, memaparkan target waktu. Dengan investasi sekitar Rp 25,23 triliun yang akan dikerjakan PT Hutama Karya, ruas Sicincin/Kayu Tanam-Bukittinggi ditargetkan beroperasi penuh pada 2031.
"Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal sejak tahap awal," tutur Rachman Arief.
Andre Rosiade menutup dengan menekankan dampak makro proyek ini. Ia meyakini bahwa peningkatan konektivitas melalui tol ini akan menjadi katalis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang lebih cepat dan merata, membawa dampak positif bagi masa depan pembangunan daerah.
Artikel Terkait
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026