Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi

- Rabu, 04 Februari 2026 | 23:30 WIB
Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi

Menyadari bahwa pembebasan lahan sering menjadi titik kritis dalam proyek infrastruktur, Andre menegaskan ketegasan pemerintah. Ia memastikan proyek strategis nasional ini tidak akan terhambat oleh persoalan yang berlarut-larut, dengan tetap mengedepankan pendekatan musyawarah.

"Musyawarah tetap diutamakan dengan prinsip ganti untung. Namun jika sudah tiga kali musyawarah tidak tercapai kesepakatan, pemerintah akan menggunakan mekanisme konsinyasi sesuai aturan. Ini tidak bisa ditunda-tunda," tegasnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah dan Target Waktu

Komitmen serupa disampaikan oleh para kepala daerah yang hadir. Mereka berjanji untuk mengawal proyek ini agar tidak mengalami kendala seperti yang pernah terjadi pada pembangunan ruas tol sebelumnya. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, secara khusus menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan penuh.

"InsyaAllah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah," ungkap Mahyeldi.

Dari sisi perencanaan, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, memaparkan target waktu. Dengan investasi sekitar Rp 25,23 triliun yang akan dikerjakan PT Hutama Karya, ruas Sicincin/Kayu Tanam-Bukittinggi ditargetkan beroperasi penuh pada 2031.

"Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal sejak tahap awal," tutur Rachman Arief.

Andre Rosiade menutup dengan menekankan dampak makro proyek ini. Ia meyakini bahwa peningkatan konektivitas melalui tol ini akan menjadi katalis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang lebih cepat dan merata, membawa dampak positif bagi masa depan pembangunan daerah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar