JAFF Market 2025 Cetak Rekor Baru: Dampak Ekonomi Tembus Rp130 Miliar

- Selasa, 02 Desember 2025 | 19:42 WIB
JAFF Market 2025 Cetak Rekor Baru: Dampak Ekonomi Tembus Rp130 Miliar

Acara JAFF Market 2025 akhirnya resmi ditutup. Bertempat di Jogja Expo Center, Senin lalu, festival ini meninggalkan catatan yang cukup mencengangkan: dampak ekonominya diprediksi menyentuh angka Rp130 miliar.

Angka itu sendiri baru dihitung sampai Senin siang, pukul dua sore. Kalau dibandingin dengan tahun sebelumnya, kenaikannya luar biasa lebih dari 361 persen! Tahun 2024 lalu, nilai dampak ekonominya masih berkisar di Rp36 miliar.

Market Director JAFF Market, Linda Gozali, yang menyampaikan kabar gembira ini dalam sambutan penutupan.

“Ada 296 media yang berpartisipasi. Total dampak ekonomi selama tiga hari mencapai Rp 125 miliar. Karena perhitungan dibatasi hingga pukul 14.00 hari ini, nilai totalnya diperkirakan berada di angka sekitar Rp 130 miliar,”

Begitu penjelasan Linda di JEC, Senin (1/12) kemarin.

“Nilai kesepakatan kerja yang tercatat dari berbagai penjuru, dari barat ke timur dan utara ke selatan, mencapai sekitar 43 miliar rupiah atau sekitar 2,5 juta dolar AS,”

Sejak digelar dua tahun silam, pertumbuhan nilai pasar ini memang terbilang eksplosif. Coba bayangkan, dari hampir Rp36 miliar di 2024, melonjak jadi Rp130 miliar tahun ini. Itu artinya naik sekitar 3,6 kali lipat. Nilai kesepakatan bisnisnya sendiri, atau deal amount, tercatat sekitar Rp43 miliar.

Soal partisipasi? Juga impresif. Pengunjung mencapai 7.784 orang. Lebih detail lagi, ada lebih dari 1.431 peserta terakreditasi, 116 exhibitor, dan 122 perusahaan yang terlibat. Perwakilan dari lebih 14 negara memadati venue, dan yang tak kalah penting, terjalin lebih dari 2.433 pertemuan bisnis sepanjang acara.

Dalam pidatonya, Linda juga menekankan satu hal krusial: pentingnya membangun struktur untuk energi kreatif regional.

“Kami percaya energi kreatif Asia Tenggara membutuhkan struktur dan jalur yang berkelanjutan. Kami mengubah kebisingan menjadi suara, dan dari yang tidak dikenal menjadi penemuan. Kami mendampingi para pembuat film dari rasa takut menjadi gagasan, dan mendorong proyek-proyek melampaui sesi pitch menuju ekosistem finansial yang nyata,”

Ia pun menyoroti laporan ekonomi internasional terbaru JAFF Market. Menurutnya, laporan itu adalah penanda pergeseran.

“Laporan ekonomi internasional yang kami publikasikan tahun ini menandai pergeseran sinema Indonesia dari narasi ketangguhan menuju kebangkitan sebagai kekuatan regional. Kita adalah powerhouse itu,”

Nah, dampak ekonomi Rp130 miliar tadi bukan angka kosong. Itu dirangkum dari nilai transaksi langsung, belanja pengunjung, aktivitas industri pendukung, sampai perputaran uang di ekonomi lokal Yogyakarta selama tiga hari penyelenggaraan.

Dengan lonjakan fantastis 361 persen dalam setahun, ditambah nilai proyek yang naik dan kehadiran delegasi internasional terbanyak sepanjang sejarah, JAFF Market 2025 jelas sudah menancapkan tiangnya. Ia kini bukan sekadar festival, tapi pusat transaksi dan kolaborasi film yang benar-benar diperhitungkan di Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar