Pada umumnya, YBR tinggal bersama neneknya di desa tetangga. Malam itu, ia sengaja datang untuk bertemu ibunya. Namun, harapannya pupus.
Di sisi lain, polisi mengonfirmasi temuan lain yang memperkuat narasi ini. Saat mengevakuasi jenazah YBR di Kecamatan Jerebuu pada Kamis (29/1) lalu, petugas menemukan sepucuk surat tulisan tangan.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan keaslian surat tersebut.
“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus via telepon, Selasa (3/2).
Surat itu, meski tak diungkapkan detail isinya, menjadi saksi bisu dari keputusasaan seorang anak yang masih sangat belia. Sebuah permintaan sederhana untuk alat tulis sekolah, berakhir dengan tragedi yang menyayat hati.
Artikel Terkait
Gugatan Praperadilan Paulus Tannos Ditolak, Hakim Sebut Penangkapan di Singapura Bukan Wewenang KPK
Semarang Siap Sambut MTQ Nasional 2026, Kemenag Tinjau Kesiapan Venue
Ibu Kota Lumpuh: Tol Jagorawi hingga Japek Tersendat Total
Von Bertambah Berat, Hakim Djuyamto Malah Dihukum 12 Tahun Penjara