Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang anak kelas empat SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia dengan cara tragis. Ia ditemukan gantung diri di sebuah pohon cengkih. Kini, alasan di balik keputusannya yang memilukan itu mulai terkuak. Rupanya, ada kekecewaan mendalam yang ia pendam.
Menurut keterangan dari Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, malam sebelum kejadian, bocah berinisial YBR itu menginap di rumah ibunya. Ia punya satu permintaan: uang untuk membeli buku tulis dan pulpen. Sayangnya, sang ibu tak bisa memenuhinya.
Kondisi ekonomi keluarga itu memang sangat sulit.
“Hidupnya (ibu korban) susah,” ujar Dion, menggambarkan betapa berat beban yang ditanggung wanita itu. Ia harus menghidupi lima orang anak sendirian, setelah berpisah dari suaminya sekitar sepuluh tahun silam.
“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa.
Artikel Terkait
Gugatan Praperadilan Paulus Tannos Ditolak, Hakim Sebut Penangkapan di Singapura Bukan Wewenang KPK
Semarang Siap Sambut MTQ Nasional 2026, Kemenag Tinjau Kesiapan Venue
Ibu Kota Lumpuh: Tol Jagorawi hingga Japek Tersendat Total
Von Bertambah Berat, Hakim Djuyamto Malah Dihukum 12 Tahun Penjara