Bagi Sigit, kepergian Eyang Meri bukan sekadar kehilangan seorang ibu. Sosoknya dinilai sebagai pelita keteladanan. Ia adalah saksi sejarah yang hidup, sekaligus inspirasi nyata bagi generasi penerus untuk selalu menjaga marwah dan nama baik institusi. Polri, kata dia, benar-benar kehilangan.
"Beliau adalah teladan bagi kami semua," tegas Kapolri.
Di akhir pernyataannya, Sigit sekali lagi menyampaikan belasungkawa. Doa-doa dipanjatkan untuk mendiang.
"Semoga amal ibadah almarhumah diterima, dan beliau mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan yang berlipat," pungkasnya.
Kepergian Eyang Meri tentu meninggalkan duka. Namun, warisan keteladanannya bagi Polri dan Bhayangkari akan terus dikenang.
Artikel Terkait
Polda Riau Ganti THR dengan Sedekah Bibit Pohon di Idul Fitri
Khatib Idul Fitri di Deli Serdang Serukan Penguatan Spiritual, Sosial, dan Empati
Macet Parah, Jasa Marga Terapkan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Tradisi Salam Tempel Lebaran: Dari Sejarah Hingga Kisaran Nominal yang Biasa Diberikan