Bagi Sigit, kepergian Eyang Meri bukan sekadar kehilangan seorang ibu. Sosoknya dinilai sebagai pelita keteladanan. Ia adalah saksi sejarah yang hidup, sekaligus inspirasi nyata bagi generasi penerus untuk selalu menjaga marwah dan nama baik institusi. Polri, kata dia, benar-benar kehilangan.
"Beliau adalah teladan bagi kami semua," tegas Kapolri.
Di akhir pernyataannya, Sigit sekali lagi menyampaikan belasungkawa. Doa-doa dipanjatkan untuk mendiang.
"Semoga amal ibadah almarhumah diterima, dan beliau mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan yang berlipat," pungkasnya.
Kepergian Eyang Meri tentu meninggalkan duka. Namun, warisan keteladanannya bagi Polri dan Bhayangkari akan terus dikenang.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Puluhan Anggota Geng Motor yang Ricuh di Cileungsi Saat Malam Takbiran
SBY dan Keluarga Bersilaturahmi dengan Prabowo di Istana Usai Lebaran
Korea Selatan Perkuat Diplomasi dengan Iran untuk Normalisasi Selat Hormuz
Lalu Lintas Lembang Macet Total Akibat Padatnya Pemudik dan Wisatawan Lebaran 2026