"Jadi, penurunan yang berhasil kami raih selama tiga tahun sebelumnya, langsung naik drastis," jelasnya dengan nada serius.
Lalu, apa akar masalahnya? Suharyanto tak hanya menyalahkan cuaca ekstrem. Menurut dia, ada faktor lain yang lebih sistematis dan menggerogoti ketahanan lingkungan kita.
"Di sisi lain, kerentanan beberapa wilayah di Indonesia sudah sangat tinggi. Ini akibat maraknya alih fungsi lahan," tegas Suharyanto.
Dia melihat, perubahan guna lahan yang masif itu secara nyata mengurangi daya dukung lingkungan. Ketika daya tahannya melemah, wilayah-wilayah tersebut jadi rentan. Gampang sekali terdampak bencana, seperti yang terjadi di Sumatera. Persoalannya jadi kompleks; bukan hanya soal cuaca, tapi juga soal bagaimana kita memperlakukan lahan.
Artikel Terkait
Pemerintah Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Warga Negara Jerman Dideportasi dari Sulteng karena Riset Ilegal di Lore Lindu
H+2 Lebaran, Jalan Sudirman Jakarta Masih Sepi Meski Hari Senin
Jalan Sudirman Sepi di Hari Kedua Lebaran, Puncak Arus Balik Diprediksi Lebih Padat