"Jadi, penurunan yang berhasil kami raih selama tiga tahun sebelumnya, langsung naik drastis," jelasnya dengan nada serius.
Lalu, apa akar masalahnya? Suharyanto tak hanya menyalahkan cuaca ekstrem. Menurut dia, ada faktor lain yang lebih sistematis dan menggerogoti ketahanan lingkungan kita.
"Di sisi lain, kerentanan beberapa wilayah di Indonesia sudah sangat tinggi. Ini akibat maraknya alih fungsi lahan," tegas Suharyanto.
Dia melihat, perubahan guna lahan yang masif itu secara nyata mengurangi daya dukung lingkungan. Ketika daya tahannya melemah, wilayah-wilayah tersebut jadi rentan. Gampang sekali terdampak bencana, seperti yang terjadi di Sumatera. Persoalannya jadi kompleks; bukan hanya soal cuaca, tapi juga soal bagaimana kita memperlakukan lahan.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Bertabayyun ke MUI Usai Polemik Mens Rea
Tiga Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Meski Fase Pemulihan Sudah Dimulai
Setelah Dengar Janji Prabowo, MUI Balik Arah Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian
Jembatan Baru di Sri Meranti: Dari Kayu Lapuk Jadi Beton Kokoh untuk 250 Keluarga