Pesan itu jelas bukan sekadar kata-kata. Ia seolah mengingatkan bahwa tugas berat masih menanti, jauh setelah upacara kemerdekaan pertama digelar.
Dubes Judha Nugraha sendiri terlihat sangat menghargai momen itu. Menurutnya, percakapan mereka tak hanya soal masa kini, tapi juga kilas balik perjalanan bangsa.
"Ibu Megawati juga tadi menjelaskan dan juga mengingatkan kita semua mengenai pentingnya... sejarah bangsa Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi dari seluruh warga negara kita di luar negeri untuk bisa mendukung proses pembangunan di Indonesia," kata Judha.
Ia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Megawati berbagi pengalaman memimpin negeri di masa transisi yang sulit, bercerita tentang lika-liku perjalanan Indonesia dari kemerdekaan hingga sekarang.
"Tentunya Ibu bercerita mengenai pengalaman beliau pada saat di pemerintahan, Ibu Megawati, dan juga menceritakan mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia sejak kemerdekaan hingga saat ini. Kita belajar banyak dari Ibu Megawati," ucap Dubes Judha.
Pesan di buku tamu itu, pada akhirnya, lebih dari sekadar coretan. Ia adalah pengingat bagi siapa saja yang membacanya: perjuangan itu memang tak pernah benar-benar usai. Bentuknya hanya berubah.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka