Pesan itu jelas bukan sekadar kata-kata. Ia seolah mengingatkan bahwa tugas berat masih menanti, jauh setelah upacara kemerdekaan pertama digelar.
Dubes Judha Nugraha sendiri terlihat sangat menghargai momen itu. Menurutnya, percakapan mereka tak hanya soal masa kini, tapi juga kilas balik perjalanan bangsa.
"Ibu Megawati juga tadi menjelaskan dan juga mengingatkan kita semua mengenai pentingnya... sejarah bangsa Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi dari seluruh warga negara kita di luar negeri untuk bisa mendukung proses pembangunan di Indonesia," kata Judha.
Ia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Megawati berbagi pengalaman memimpin negeri di masa transisi yang sulit, bercerita tentang lika-liku perjalanan Indonesia dari kemerdekaan hingga sekarang.
"Tentunya Ibu bercerita mengenai pengalaman beliau pada saat di pemerintahan, Ibu Megawati, dan juga menceritakan mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia sejak kemerdekaan hingga saat ini. Kita belajar banyak dari Ibu Megawati," ucap Dubes Judha.
Pesan di buku tamu itu, pada akhirnya, lebih dari sekadar coretan. Ia adalah pengingat bagi siapa saja yang membacanya: perjuangan itu memang tak pernah benar-benar usai. Bentuknya hanya berubah.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Pulau Saringi NTB Dini Hari
Pesta Miras Berujung Petaka: Remaja 14 Tahun Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir di Minut
Kisah Kecelakaan Palsu yang Berujung Pengakuan Pembunuhan di Asahan
Rafah Kembali Terbuka, Pasien dan Korban Luka Gaza Mulai Dievakuasi