Contohnya? Ngebut alias melebihi batas kecepatan. Lalu, maraknya anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan, misalnya ke sekolah. Itu juga masuk dalam daftar sasaran.
"Di antaranya melebihi batas kecepatan. Kemudian pengendara yang masih di bawah umur. kita juga melihat banyak anak-anak yang masih di bawah umur sudah membawa kendaraan ke sekolah dan lain sebagainya, juga menjadi sasaran kita," bebernya.
Di sisi lain, hal-hal klasik seperti pengendara motor yang enggan pakai helm tetap jadi perhatian. Begitu pula dengan modifikasi knalpot brong yang berisik dan yang cukup sering ditemui pemakaian pelat kendaraan palsu.
"Banyak juga ditemukan penggunaan-penggunaan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) ataupun kendaraan-kendaraan yang menggunakan TNKB yang boleh dikatakan palsu, ya. TNKB kementerian/lembaga yang digunakan, banyak kita temukan, ini pun akan kita sasar," pungkas Komarudin menutup penjelasannya.
Jadi, buat para pengendara di Jakarta dan sekitarnya, bersiaplah. Operasi ini bakal menyentuh banyak sisi, dari pelanggaran yang paling berbahaya sampai yang sering dianggap sepele.
Artikel Terkait
Idulfitri di Indonesia: Dari Ritual Ibadah Menjadi Mekanisme Rekonsiliasi Nasional
Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Permukiman di Ciracas, Brimob Evakuasi Warga
Arus Kendaraan ke Puncak Diprediksi Capai Puncak H+3 Lebaran
Arus Kendaraan ke Puncak Mencatat 24 Ribu Unit, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah