Israel Buka Kembali Rafah, Akses Terbatas untuk Warga Sipil

- Minggu, 01 Februari 2026 | 13:30 WIB
Israel Buka Kembali Rafah, Akses Terbatas untuk Warga Sipil

Setelah berbulan-bulan mendapat desakan dari berbagai organisasi kemanusiaan, Israel akhirnya memutuskan untuk membuka kembali sebagian penyeberangan Rafah. Perbatasan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir itu akan dioperasikan mulai hari ini. Namun, aksesnya dibatasi hanya untuk pergerakan orang.

Menurut laporan AFP pada Minggu (1/2/2026), keputusan ini muncul di tengah situasi yang masih memanas. Kekerasan di wilayah Palestina belum juga reda.

Badan pertahanan sipil Gaza sendiri melaporkan puluhan korban tewas akibat serangan Israel sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu (31/1). Di sisi lain, militer Israel punya klaim berbeda. Mereka menyatakan serangan itu sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Hamas.

Sebagai gerbang vital bagi warga sipil dan bantuan kemanusiaan, penyeberangan Rafah punya peran krusial. Sayangnya, perbatasan ini sempat ditutup begitu ketat sejak pasukan Israel mengambil alih kendali pada Mei 2024 silam.

Memang, ada pembukaan singkat dan terbatas di awal tahun 2025. Tapi waktu itu, Israel bersikukuh tidak akan membuka akses secara permanen sebelum jenazah Ran Gvili sandera terakhir mereka yang ditahan di Gaza dikembalikan.

Nah, kondisi itu kini berubah. Jenazah Gvili telah ditemukan beberapa hari lalu dan dimakamkan di Israel pada Rabu pekan lalu.

“Perlintasan Rafah akan dibuka pada hari Minggu mendatang (1 Februari) untuk kedua arah, hanya untuk pergerakan orang yang terbatas,” jelas COGAT, badan di bawah kementerian pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah pendudukan Palestina.

Mekanismenya, masuk dan keluar akan diizinkan setelah dikoordinasikan dengan pihak Mesir. Setiap individu harus melalui pemeriksaan keamanan dari Israel terlebih dahulu, dengan pengawasan dari misi Uni Eropa. Meski begitu, masih ada sejumlah detail yang mengambang. Misalnya, berapa banyak orang yang diperbolehkan menyeberang? Atau, apakah warga yang ingin kembali ke Gaza akan diizinkan masuk? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu kejelasan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler