Kabarnya, tanah masih terus bergerak. Situasinya dinamis dan belum stabil. Bahkan, ada sepuluh rumah lain yang kini ikut terancam. Artinya, jumlah korban dan data kerusakan masih mungkin bertambah.
tambah Adam.
Untungnya, laporan menyebut tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, rasa aman tentu hilang. Sebanyak 51 jiwa dari 15 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Untuk sementara, mereka mengungsi di rumah saudara atau tetangga yang lokasinya aman.
Namun begitu, langkah antisipasi telah diambil. Pihak kecamatan, kata Adam, sedang mempersiapkan tenda-tenda pengungsian untuk menampung warga yang terdampak. Mereka tak akan dibiarkan terlalu lama mengandalkan bantuan sanak saudara.
Artikel Terkait
Dinamika Keraton Solo: PN Solo Kabulkan Ganti Nama, Mangkubumi Fokus Revitalisasi
Trump Pertimbangkan Serangan Terarah untuk Dukung Demonstran Iran
Krisis Air Ancam RSUP M. Djamil, Pemerintah Gerak Cepat Bor Sumur Cadangan
Bupati Bogor Ungkap Kendala Perbaikan Jalan di Tengah Hujan