Angka Pengungsi di Sumatera Terus Menyusut, Huntara dan Bantuan Tunai Percepat Pemulihan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 19:10 WIB
Angka Pengungsi di Sumatera Terus Menyusut, Huntara dan Bantuan Tunai Percepat Pemulihan

Jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana Sumatera terus menunjukkan tren penurunan. Kabar ini disampaikan oleh Amran, Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Menurutnya, penurunan terjadi di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Memang, angkanya bervariasi. Tapi pergerakannya jelas ke arah yang baik. Di Sumbar, misalnya, catatan per 24 Januari 2026 menunjukkan ada 10.854 pengungsi. Tiga hari kemudian, angka itu turun menjadi 9.040 orang.

“Sekarang ini untuk pengungsi ini ada penurunan dari beberapa waktu ke waktu terus berkurang,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).

“Dan kami harapkan semua pengungsi nanti tidak berada lagi di dalam pengungsian,” tambahnya.

Penurunan ini tak lepas dari dua hal: penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) dan rampungnya sejumlah hunian sementara atau huntara. Huntara ini khusus untuk mereka yang rumahnya rusak parah atau bahkan hilang sama sekali.

Bagaimana progresnya? Di Aceh, huntara yang sudah berdiri mencapai 3.248 unit. Sementara penerima DTH-nya sudah 2.559 KK dari total target 9.766 KK. Lain lagi di Sumut. Huntara yang siap huni ada 557 unit, dengan 1.688 KK telah menerima dana bantuan dari kuota 6.550 KK.

Kalau lihat Sumbar, progress-nya cukup signifikan. Dari 476 unit huntara yang selesai, penerima DTH sudah mencapai 1.685 KK. Jumlah itu hampir menyentuh total target 2.004 KK.

Di sisi lain, Amran juga menyoroti kondisi fasilitas kesehatan. Totalnya, ada 280 fasilitas yang terdampak di ketiga provinsi. Rinciannya 141 unit di Aceh, 67 di Sumut, dan 72 di Sumbar.

Namun begitu, kabar baiknya mayoritas fasilitas itu masih tetap beroperasi melayani masyarakat. Hanya dua puskesmas di Aceh yang terpaksa menyalurkan layanannya di luar gedung untuk sementara waktu.

Soal infrastruktur jalan, ada perkembangan yang patut disyukuri. Jalan dan jembatan nasional di semua provinsi diklaim telah berfungsi penuh, seratus persen. Untuk yang tingkat daerah, pengerjaannya masih berlangsung. Di Aceh contohnya, fungsi jalan daerah sudah pulih 90,68 persen.

Secara keseluruhan, situasi memang perlahan tapi pasti menuju pemulihan. Meski masih ada pekerjaan rumah yang menanti, setidaknya angka pengungsi yang terus menyusut memberi secercah harapan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar