Selain urusan penyelamatan, anggota Brimob juga turun tangan mengatur lalu lintas di titik-titik yang tergenang. Tujuannya jelas: menghindari kecelakaan dan menjaga ketertiban. Semua dilakukan agar aktivitas warga, sesulit apa pun kondisinya, bisa tetap berjalan.
Kombes Henik menegaskan, ancaman apa pun terhadap keselamatan warga jadi perhatian utama mereka. Keberadaan personel di lokasi bencana ini, katanya, adalah bentuk nyata pengabdian. “Setiap potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat menjadi perhatian serius jajaran Brimob,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi humas, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan kesiapan siaga personelnya.
“Ini adalah wujud komitmen Polda Metro Jaya hadir memberikan pelayanan di tengah-tengah masyarakat,” kata Budi.
Operasi SAR, khususnya untuk situasi banjir seperti sekarang, memang menjadi fokus. Upaya di Kedaung Kali Angke tadi hanyalah satu contoh dari banyak aksi serupa yang berlangsung di ibu kota.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Pusat Segera Tuntaskan Polemik Gaji Guru Madrasah
Ibu di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Banjir Melanda
Hujan Deras Picu Banjir dan Macet Parah di 13 Titik Jakarta
46 RT dan 13 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam hingga Larut Malam