Wilayah lain seperti Jakarta Selatan mencatat 10 RT yang terendam. Cipulir, Pondok Pinang, Kuningan Barat, dan Pejaten Timur adalah kelurahan yang terdampak. Airnya berkisar 40-50 cm.
Sementara itu, Jakarta Timur justru mengalami genangan terdalam. Sebanyak 17 RT di wilayah seperti Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Cililitan terendam. Yang mengkhawatirkan, ketinggian air di beberapa titik bisa mencapai 140 cm. Selain hujan, luapan Kali Ciliwung turut menyumbang masalah ini.
Jakarta Utara relatif lebih ringan, dengan 2 RT terdampak di Cilincing dan Rorotan. Ketinggian airnya sekitar 30-50 cm.
Tak hanya permukiman, lalu lintas pun terganggu. Ada 17 ruas jalan yang terendam. Beberapa di antaranya adalah Jl. Daan Mogot KM 12 di Cengkareng Timur (15 cm), Jl. Srengseng Raya (20 cm), hingga Jl. Raden Inten II di Duren Sawit (25 cm). Genangan dengan kedalaman beragam juga terjadi di sejumlah titik di Jakarta Utara dan Pusat.
Namun begitu, ada kabar baik. Beberapa jalan yang sebelumnya terendam dilaporkan sudah surut. Misalnya, Jl. Daud Raya dan Jl. Meruya Selatan di Jakarta Barat, atau Jl. Letjen Suprapto di Cempaka Putih. Setidaknya tujuh ruas jalan sudah bisa dilalui kembali.
Kondisinya memang masih dinamis. Dengan hujan yang belum sepenuhnya reda, warga diharap tetap waspada.
Artikel Terkait
DKI Tambah Tenaga Kontrak untuk Percepat Perbaikan Jalan
Wali Kota Serang dan Media Berdamai Usai Laporan Pencemaran Nama Baik
Porsche Cayenne Pakai Plat Dinas Kemhan Diamankan di Halim
Tebing Ambrol di Cilebut, Rumah Kosong Tertimbun Tanah Longsor