"Dengan teknologi modern, efisiensi energi dan pemanfaatan gas alam bisa kita tingkatkan," jelasnya.
Ia melanjutkan, momentum ini sejalan dengan agenda besar bangsa untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Transformasi industri nasional ke arah yang lebih tangguh dan ramah lingkungan juga menjadi target.
"Bagi kami di Komisi IV DPR RI, industri pupuk ini bukan cuma urusan bisnis semata. Ini menyangkut nyawa para petani dan masa depan pangan seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.
Dari sudut pandangnya, revamping adalah investasi jangka panjang. Investasi untuk kedaulatan pangan dan kemandirian industri strategis. Di sisi lain, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya.
Di penghujung acara, dengan mengucap basmalah, Titiek pun secara resmi membuka revamping pabrik ammonia Kaltim 2.
"Semoga fasilitas ini bisa memperkuat kemandirian industri pupuk nasional, terus menopang produktivitas pertanian, dan akhirnya memperkokoh ketahanan pangan kita semua," pungkasnya menutup sambutan.
Artikel Terkait
Delapan Anggota Polisi Gaza Tewas dalam Serangan Udara Israel di Zawaida
KPK Tegaskan Penindakan Korupsi Tetap Berjalan Jelang Libur Lebaran 2026
Satgas PRR Berhasil Kosongkan Tenda Pengungsian di Sumut dan Sumbar
Iran Tegaskan Tidak Akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat