Kanselir Jerman Friedrich Merz tak ragu lagi menyebut rezim Iran sedang di ujung tanduk. Pernyataannya ini muncul bersamaan dengan ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump, yang kembali menggema menyusul gelombang penindasan terhadap demonstran di negara tersebut.
Menurut Merz, sebuah pemerintahan yang cuma bertahan dengan cara menebar teror pada rakyatnya sendiri, umurnya tak akan lama lagi.
“Rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung,” tegasnya dalam sebuah konferensi pers di Bucharest, berdampingan dengan Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan, Rabu lalu.
“Mungkin hanya beberapa minggu lagi,” sambungnya, “tapi yang jelas, rezim ini sudah kehilangan legitimasi untuk memerintah.”
Statemen keras Merz ini dilaporkan oleh sejumlah kantor berita internasional, Kamis (29/1/2026). Ia tampaknya merujuk pada situasi mengerikan di lapangan. Ribuan orang dikabarkan tewas dalam demonstrasi belakangan ini sebuah bukti nyata, katanya, bahwa para mullah di Tehran cuma bisa berkuasa lewat jalan kekerasan.
Artikel Terkait
Pegadaian Fasilitasi Mudik Lebih dari 4.000 Pemudik Jelang Lebaran 2026
KPK Tahan Staf Khusus Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Pungli Kuota Haji
BI Proyeksikan Ekonomi Kuartal I 2026 Tumbuh 4,9-5,7%, Didorong Kuatnya Permintaan Domestik
Mercedes-Benz Siapkan 12 Titik Bengkel Siaga untuk Mudik Lebaran 2026